Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan di Tangerang, Minggu mengatakan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sejak pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB menyusul adanya potensi sebaran abu vulkanik (volcanic Ash) dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Penutupan sementara ini merupakan langkah mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan,” katanya.
Ia menjelaskan pengelola utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik selama kondisi tersebut.
Sebagai langkah antisipasi terhadap penumpang yang terdampak, Bandara Soetta juga telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang.
- HUT ke-55 Kota Payakumbuh Diisi Tabligh Akbar, Muhasabah, dan Zikir Bersama
- Pjs Wako Minta Tingkatkan Pemantauan Pengobatan dan Pencegahan Penyebaran TBC di Bukittinggi
- PENGACARA WANITA INI BERNAMA NORA YOSSE NOVIA, SH., MH SIAP BAWA ASPIRASI MASYARAKAT DI DAPIL KECAMATAN JATINEGARA, DUREN SAWIT DAN KRAMAT JATI UNTUK DPRD DKI JAKARTA
“Bandara juga menyiapkan bus di setiap terminal untuk mendukung mobilitas penumpang menuju hotel, melalui koordinasi dengan maskapai,” ujarnya.
Selain itu, kata Yudis, sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara tersebut, seperti diantaranya Posko di Terminal 1B telah dibuka untuk memudahkan koordinasi dan penanganan kondisi operasional di lapangan.
“Di sisi layanan komersial, Bandara Soetta telah berkoordinasi dengan para tenant di terminal untuk memastikan operasional layanan dapat berlangsung selama 24 jam, sehingga kebutuhan penumpang selama periode penutupan sementara dapat tetap terlayani,” jelasnya.
Berdasarkan data penerbangan pada periode 6 September 2026 pukul 01.30 WIB hingga 09.30 WIB, terdapat 209 pergerakan pesawat yang terjadwal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dibatalkan (cancel).
Menurutnya, jumlah tersebut terdiri dari 160 penerbangan domestik, 39 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
“Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menangani dampak penutupan sementara, termasuk penyesuaian jadwal penerbangan dan penanganan penumpang,” ungkapnya.
Dalam hal ini, langkah pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aspek keselamatan penerbangan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Untuk informasi kebandarudaraan dan bantuan lebih lanjut, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,” kata dia.







