Laporan : Rijali (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba
RAJA AMPAT [KP] – Dalam rangkah mengantisipasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Daerah (Pemda) Raja Ampat, Polres dan Kodim 1805 melakukan simulasi dapur umum penanganan dampak Covid-19 di lapangan samping Bank Papua Kota Waisai, Senin (27/04/2020).
βDapur umum tawaran dari Polres, sehingga kami bekerja sama dengan Polres, Kodim 1805. Sementara ini masih dalam bentuk percobaan sewaktu-waktu misalnya ada Pembatasan Berskala Besar (PSBB) di Raja Ampat maka kita sudah siap bagaimana mempersiapkan makanan untuk masyarakat kurang mampu atau dampak Covid 19 ini,” jelas koordinator, Martha Sanadi.
Dampak Covid ini membuat masyarakat yang berekonomi lemah tidak bisa keluar sehingga tidak ada penghasilan untuk membiayai makan minum.
“Jadi mungkin dengan kegiatan ini bisa memberikan makan kepada mereka, dan juga sekaligus bertepatan dengan bulan puasa jadi kami rencana akan dibagikan saat berbuka,” katanya.
Selain itu, terkait pembagian yang diprioritaskan, dari data Dinas Sosial penerima manfaat atau keluarga miskin khusus di kota Waisai sekitar 316 kepala keluarga (KK) yang harus dibagikan.
“Titik distribusinya mungkin kami langsung di masing-masing Keluarga dan satu Keluaga mungkin di berikan 3 kotak makanan, karena yang kami siapkan sekitar 2.000 kotak dan sisanya mungkin akan di bagikan ke Ojek-ojek,” katanya.
“Ini kami lakukan dulu hari pertama jika kita lihat dulu, tapi kita berharap di Raja Ampat tidak ada PSBB. Namun kita menjaga kemungkinan sehingga melakukan percobaan hari ini,” sambung Martha.
Terkait sumber anggaran, Martha menjelaskan, untuk anggaran dapur umum ini bersumber dari APBD. Namun, sementara waktu masih mengunakan anggaran makan minum dari masing-masing SKPD, karena masih bekerja di rumah.

“Anggaran ini kami sementara masih ambil dari uang makan minum setiap SKPD karena ini belum banyak masih 2.000 kotak jadi masih kita atasi, nanti kedepan berlanjut dalam waktu yang panjang maka akan membuat proposal. Kemarin juga kami sudah ada pertemuan dan pak Sekda katakan nanti kami buat proposal untuk menyusun rincian anggaran yang di perlukan,” terang Koordinator itu, sembari mengatakan, maksimal tiga bulan jika benar-benar PSBB.
Ia berharap, semoga di Raja Ampat tidak ada PSBB, masak dapur umum hari ini masih di coba. Nanti di lihat kedepan kalau perkembangannya seperti apa, maka akan dilanjutkan dengan menyusun anggaran yang akan di butuhkan.
Sementara Kapolres Raja Ampat, Andre Jullius William Manuputty, SIK menjelaskan, dapur umum ini di konsepkan kalau semisalnya PSBB di perlakukan di Raja Ampat maja ini lah dapur umum yang akan dilaksanakan setiap harinya.
“Jika otomatis PSBB di lakukan maka tidak ada yang bisa beraktifitas, semua wajib stay at home, jadi tidak ada aktifitas kegiatan rutin yang di lakukan,”
Selain itu, Untuk bagaimana masyarakan memenuhi kebutuhan pangannya, maka ini contoh dapur umum yang dilaksanakan bersama Polres, TNI dan Pemda.
“Kalau sementara ini semua bahan sudah di bantuh okeh bapak bupati, jadi kita hanya menambah apa yang masih di butuhkan”, ungkapnya.
Kapolres menghimbau, Apabila ada informasi yang belum falid atau belum jelas kebenarannya tolong jangan mudah terpancing, karena di tengah situasi sensitif seperti ini sangat rentang untuk menjadi satu permasalahan akhirnya kondisi tidak kondusif, sehingga menyebabkan kericuan dimana-mana dan keresahan timbul di masyarakat.
“Jadi masyarakat lebih selektif lagi terkait informasi-informasi di media sosial, sehingga tolong bantu sebarkan berita-berita positif agar masyarakat lebih meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi Covid-19 ini dan tidak perlu mengangkat isu-isu negatif apalagi tidak mengetahui sumber yang jelas,” pintah Kapolres #[KP]






