JAKARTA (kabarpublik.id) – Pimpinan Badan Penganggaran MPR RI, Ajbar, mengajak Gereja Toraja Mamasa (GTM) untuk terus berperan aktif dalam memperkuat persatuan bangsa melalui penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ajakan tersebut disampaikan Ajbar saat menghadiri Sidang Majelis Sinode Am (SMSA) XXI GTM di Klasis Balla Sattoko, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (24/7).
Menurut Ajbar, gereja memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat melalui penanaman nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Gereja memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter masyarakat. Nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ajbar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/7).
Ia menegaskan bahwa nilai keagamaan dan kebangsaan merupakan dua pilar yang saling melengkapi dalam mewujudkan Indonesia yang harmonis, damai, dan berkeadaban.
Ajbar juga mengajak seluruh peserta Sidang Majelis Sinode Am XXI GTM menjadi agen pemersatu di tengah masyarakat dengan mengedepankan dialog, toleransi, serta semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Dalam rangkaian kunjungannya, Ajbar turut menggelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, diskusi yang berlangsung dalam forum tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk mengimplementasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ajbar berharap sinergi antara MPR RI dan organisasi keagamaan, termasuk Gereja Toraja Mamasa, terus diperkuat guna memperkokoh wawasan kebangsaan, mempererat persatuan nasional, serta membangun masyarakat yang religius, toleran, dan berkarakter.




