News Update
Live Update Berita Terkini

Abang None 2026 dan Misi Besar Menuju Lima Abad Jakarta

Sabtu, 19 Sep 2026
Editor: Jamalul Insan
Herve Pierre Sidarta dari Jakarta Selatan dan Citra dari Jakarta Timur terpilih menjadi Abang dan None 2026 setelah diumumkan dalam Final Abang dan None Jakarta tahun 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Dengarkan dgn suara Siap
2.4K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Jakarta memiliki ikon baru setelah Herve Pierre Sidarta dari Jakarta Selatan dan Citra dari Jakarta Timur resmi terpilih sebagai Abang dan None Jakarta 2026 pada malam puncak seleksi, Jumat (18/9).

Senyum mengembang di wajah kedua pemenang itu ketika presenter Okky Lukman dan Irfan Hakim mengumumkan nama mereka di hadapan para finalis dan tamu undangan. Tepuk tangan pun mengiringi langkah mereka menuju panggung sebagai duta baru Ibu Kota.

Mahkota itu bukan sekadar simbol kemenangan. Di balik selempang Abang dan None, terbentang misi besar untuk mengusung wajah, narasi, dan identitas Jakarta menuju seabad setengah usianya yang ke-500.

Perjalanan mereka diawali proses seleksi ketat. Para peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan penampilan yang menarik, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai pembangunan pariwisata serta ekonomi kreatif.

Sosok yang dicari tak sekadar menjadi wajah Jakarta, melainkan pemuda yang mampu menjadi penggerak, pencipta gagasan, dan terus membawa Jakarta berkembang sebagai kota global.

Oleh karena itu, penilaian terhadap 18 pasang atau 36 finalis dilakukan oleh dewan juri lintas disiplin. Indikator penilaian mencakup pengetahuan tentang Jakarta, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pola pikir global dan kreatif, hingga kemampuan berkolaborasi dan menghadirkan solusi.

Ke-36 finalis tersebut mewakili enam wilayah administrasi di DKI Jakarta, yaitu lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sementara itu, juri ajang yang memasuki penyelenggaraan ke-54 ini diisi oleh figur-figur tepercaya dari berbagai bidang. Mereka terdiri atas tokoh Betawi, pegiat industri pariwisata, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Para juri yang bertugas antara lain Beky Mardani (bidang kebudayaan Betawi), Yustinus Prastowo dan Suharini Eliawati (bidang pemerintahan), Rose Mini (bidang psikologi), Poppy Dharsono (bidang tata busana), Fifi Aleyda Yahya (bidang public speaking dan bahasa asing), Haryadi Sukamdani (bidang pariwisata), Joshua Simanjuntak (bidang ekonomi kreatif), serta Ayu Dyah Pasha (bidang etiket dan kepribadian).

Penentuan pemenang juga dipengaruhi oleh jawaban atas pertanyaan yang diajukan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, kepada tiga besar finalis dengan durasi menjawab hanya 30 detik. Saat itu, Rano menyampaikan masing-masing satu pertanyaan untuk finalis Abang dan None.

Kepada finalis Abang, Rano menanyakan strategi membuat Jakarta semakin maju sekaligus membuka kesempatan bagi anak mudanya. Pierre menjawab bahwa ekonomi kreatif adalah kuncinya, dan ia meyakini makin banyak anak muda Ibu Kota yang dapat terlibat aktif di sektor ini.

Sementara kepada finalis None, Rano menanyakan strategi menjaga identitas Jakarta sebagai kota global. Menjawab hal tersebut, Citra menekankan pentingnya melestarikan budaya demi menjaga sejarah bangsa.

Para finalis Abang None 2026 dalam Malam Final Pemilihan Abang dan None 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026). ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.

Pierre dan Citra Abnon 2026

Hingga akhirnya, saat yang ditunggu-tunggu tiba. Selempang dan gelar resmi disematkan kepada Pierre dan Citra—sebuah amanat yang membawa misi tak seringan kelihatannya.

Selain mereka, posisi Wakil I Abang None Jakarta 2026 diraih oleh Muhammad Hamiz Ghani (Jakarta Barat) dan Nadya Ramadhita (Kepulauan Seribu). Sementara itu, gelar Wakil II diraih oleh Muhammad Zaeralsyah (Kepulauan Seribu) dan Thana Mutia (Jakarta Timur). Adapun gelar Juara Favorit Abang None 2026 jatuh kepada Muhammad Figo Zulvan (Jakarta Barat) dan Azzahra Nureyna (Jakarta Utara).

“Di balik selempang dan gelar, ada nama Jakarta yang melekat, ada citra kota yang harus dijaga, dan ada nilai-nilai budaya yang harus terus dirawat,” demikian pesan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pada malam final Abang None 2026.

Lewati masa Pembekalan

Selama masa pembekalan, para finalis telah dibekali beragam pengetahuan mengenai kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga peran strategis seorang Abang dan None Jakarta. Kini, bekal tersebut menjadi pijakan mereka untuk mempresentasikan Jakarta kepada dunia, terlebih saat Jakarta melangkah menuju usianya yang ke-500 pada 2027 mendatang.

Peran ini terasa kian krusial di tengah transformasi Jakarta menuju kota global. Jakarta dituntut untuk terus tumbuh sebagai metropolitan modern tanpa kehilangan akar budaya dan jati dirinya. Hal inilah yang menjadikan Pemilihan Abang None bukan sekadar kompetisi busana dan wawasan, melainkan wadah pembentukan generasi muda yang unggul, kreatif, serta mencintai identitas kotanya, khususnya kekayaan budaya Betawi.

Sebagai duta Jakarta, Abang dan None berperan sebagai jembatan yang menghubungkan Jakarta dengan generasi muda dan masyarakat internasional. Mereka bertugas menceritakan keelokan Jakarta melalui seni budaya, keanekaragaman kuliner, keaktifan komunitas, hingga kehangatan warganya.

Cara bercerita pun harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Berbagai media —mulai dari panggung acara, ruang forum, hingga platform digital— dapat dimanfaatkan secara kreatif, bijak, dan bertanggung jawab.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) secara konsisten melibatkan Abang dan None dalam mempromosikan Jakarta, baik di dalam maupun luar negeri.

Pendekatan tersebut terbukti ampuh menarik perhatian publik global. Berawal dari daya tarik busana adat Abang None—yang memadukan akulturasi budaya Betawi, Tionghoa, Arab, dan Eropa—perhatian publik kerap berlanjut pada diskusi mendalam terkait pariwisata hingga potensi investasi di Jakarta.

Peran strategis ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Parekraf DKI Jakarta, Puji Hastuti, dalam ajang The Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SME Expo (JITEX) 2026, Kamis (17/9).

Tahun berganti, Jakarta kini memiliki Abang dan None baru yang mengemban misi tak kalah besar dari para pendahulunya. Mari kita nantikan kiprah dan kontribusi nyata mereka. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.