JAKARTA (kabarpublik.id) – Warga di sejumlah wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi potensi gangguan layanan air bersih PAM JAYA yang dijadwalkan berlangsung mulai Jumat (17/7) hingga Rabu (22/7).
Salah seorang warga RT 08/RW 06, Cengkareng Barat, Yanti (42), mengaku telah menerima informasi mengenai gangguan layanan tersebut dari pengurus RW. Sebagai langkah antisipasi, ia menyiapkan seluruh wadah yang tersedia di rumah untuk menampung air.
“Rencananya malam ini saya tampung air. Yang ada cuma tong, ember, bak mandi, sama galon kosong,” ujar Yanti di Cengkareng, Kamis (16/7) malam.
Karena tidak memiliki toren air, Yanti mengandalkan satu tong, tiga ember, serta empat galon kosong untuk menyimpan persediaan air selama masa gangguan berlangsung.
Ia berharap penghentian aliran air tidak berlangsung sesuai jadwal penuh karena kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan utama setiap hari, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi.
Apabila stok air habis, Yanti berencana membeli air dari pedagang keliling seharga Rp5.000 per jerigen atau memanfaatkan air dari mushala di seberang rumahnya yang masih menggunakan sumber air tanah.
Kekhawatiran serupa disampaikan Risma (37), tetangga Yanti, yang tinggal bersama delapan anggota keluarga dalam satu rumah.
Menurutnya, kebutuhan air di rumah sangat besar karena dihuni dua kepala keluarga. Beruntung, rumahnya memiliki bak penampungan berkapasitas besar yang akan diisi penuh sebelum gangguan layanan dimulai.
“Semoga tidak berlangsung lama. Kami keluarga besar, kebutuhan air untuk mandi, mencuci pakaian, dan mencuci piring sangat banyak. Kalau air mati lama, aktivitas sehari-hari pasti terganggu,” katanya.
Sebelumnya, PAM JAYA mengumumkan potensi gangguan hingga penghentian sementara pasokan air bersih di tujuh kelurahan di Jakarta Barat akibat pekerjaan perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang dikelola PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP).
Direktur Operasional PAM JAYA, Syahrul Hasan, menjelaskan pekerjaan perawatan tersebut akan memengaruhi distribusi air ke jaringan pelanggan hingga 22 Juli 2026.
Akibatnya, tekanan air diperkirakan menurun bahkan aliran air dapat berhenti sementara di sejumlah wilayah. Gangguan ini diperkirakan berdampak pada sekitar 55.272 pelanggan.
Adapun tujuh wilayah yang berpotensi terdampak meliputi:
- Cengkareng Barat
- Cengkareng Timur
- Kapuk Muara
- Kamal Muara
- Kamal
- Pegadungan
- Tegal Alur
PAM JAYA mengimbau seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan cadangan air secukupnya sebelum pekerjaan perawatan dimulai guna mengurangi dampak gangguan layanan.







