JAKARTA (kabarpublik.id) – PAM Jaya menargetkan seluruh warga Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, beralih dari penggunaan air tanah ke layanan air bersih melalui jaringan perpipaan.
Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan air perpipaan yang berasal dari sistem pengolahan air laut menjadi air bersih.
“Kami melakukan sosialisasi agar masyarakat Pulau Untung Jawa beralih menggunakan air berkualitas,” kata Syahrul di Jakarta, Kamis (20/8/26).
Saat ini, sebanyak 170 rumah di Pulau Untung Jawa telah menjadi pelanggan PAM Jaya dan mendapatkan pasokan air bersih dari fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
Namun, masih terdapat sekitar 370 rumah yang belum terhubung dengan jaringan perpipaan. PAM Jaya menargetkan seluruh rumah tersebut dapat segera memperoleh akses layanan air bersih.
“Kami catat ada 370 rumah yang belum tersambung dan ini yang kami kejar. Kami hadir untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kapasitas SWRO 17,5 Liter per Detik
Syahrul mengatakan ketersediaan air bersih di Pulau Untung Jawa cukup memadai. Fasilitas SWRO yang tersedia memiliki kapasitas produksi 17,5 liter per detik dan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan masyarakat menyambut baik perluasan akses air perpipaan, terutama setelah penggunaan air tanah tidak lagi diperbolehkan.
“Karena penggunaan air tanah sudah dilarang, maka semua kebutuhan air bersih dialihkan ke perpipaan,” kata Fadjar.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum melalui jaringan perpipaan di wilayah Kepulauan Seribu dapat mencapai 100 persen.
Perluasan jaringan tersebut tidak hanya untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.
Fadjar mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan kajian terkait regulasi mengenai larangan penggunaan air tanah.
Ia mengimbau masyarakat mulai beralih sepenuhnya menggunakan air perpipaan demi menjaga lingkungan.
“Saya mengimbau warga untuk mulai beralih sepenuhnya ke air perpipaan demi menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal kita,” ujarnya.
Warga Sambut Kembalinya Layanan SWRO
Warga Pulau Untung Jawa, Asroni (52), menyambut baik kembali beroperasinya fasilitas SWRO. Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga untuk aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, sekarang air sudah kembali aktif. Kami senang karena tidak lagi kekurangan air bersih dan kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan lebih baik,” kata Asroni.





