oleh

SATU PDP MENINGGAL DUNIA, NETIZEN RAGUKAN PERNYATAAN SATGAS COVID-19 HALUT

Laporan : Ahmad R Idin (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

HALUT [KP] – Rilis Satuan Gugus Tugas (Satgas ) Covid-19 Percepatan Penangan Covid-19 kabupaten Halmahera Utara melalui akun Facebook Humas Pemda Halut yang menyatakan 1 orang meninggal  berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), diragukan sejumlah warga, Jumat (17/07/2020).

Unggah akun Facebook Humas Pemda Halut tersebut yang disukai 123, dikomentar 68 nitizen dan dibagikan sebanyak 44 kali itu cukup mendapat kritikan pedas dari pada netizen atas seorang warga yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Umum Tobelo. Skeptis sejumlah netizen, menyatakan riwayat perjalanan yang dimiliki pasien benisial HR tersebut tidak pernah keluar daerah dan hanya tinggal dikebun.

“Orang tidak kenal virus medong (mereka) katakan kanal. Padahal paitua cuman hidup dikebun saja, kong saki kong ngoni bilang, dia terinfeksi itu, sutalalu ee,” komentar Ariyuda Muhammad J dengan ekspesi kesal dan marah.

Selain itu para netizen menganggap klaim dari Satgas Covid-19 Halut atas meninggalnya pasien dengan berstatus PDP dianggap Hoax.

“Hoax samua, bardosa ngoni kase fitnah orang. Orang meninggal karena sakit lain. Gagal ginjal, lever, dan demam berdarah. Humas Pemda Halut bilang Corona. Ceii “todamato” (Pembohong). Masyarakat sutara percaya,” Komentar Gusti Limatahu.

Bahkan para netizen juga menganggap bahwa vonis dari pihak kesehatan juga terhadap pasien yang berstatus ODP dan PDP karena mengejar anggaran Corona yang dianggap cukup Besar.

“Ini karena dana Corona basar sampe, orang saki lain, meninggal kase masuk di Covid biar dana masuk. Kalu saki lebeh Bae badiam dirumah lha minum obat, ke RS kage Shu bilang ODP lah, PDP lah Tara masuk akal,” komentar Ferdinand Keriapy Kolway.#[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar

News Feed