Laporan : Ifan Saluki / Editor : YR
Hadir dalam peluncuran tersebut Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretaris Dinas PPPA, Kepala SMU 3 Kota Gorontalo, dan Kepala Bidang KHPPHA, Citra Tulen. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Nurhikmah Biga.
Dalam paparannya, Nurhikmah Biga mengungkapkan bahwa kasus dispensasi nikah di Gorontalo mencapai angka yang memprihatinkan, dengan Kabupaten Gorontalo mencatatkan 159 kasus tertinggi. Disusul oleh Bone Bolango 107 kasus, Kota Gorontalo 91 kasus, Gorontalo Utara 78 kasus, Pohuwato 39 kasus, dan Boalemo 31 kasus.
“Pernikahan dini membawa dampak serius, mulai dari siklus kemiskinan, risiko kesehatan reproduksi, hingga dampak psikologis. Anak yang menikah dini sering terjebak dalam kemiskinan karena putus sekolah dan sulit mendapatkan pekerjaan layak,” jelas Nurhikmah.
Ia juga menyoroti risiko kesehatan akibat ketidaksiapan biologis anak, seperti komplikasi kehamilan, serta tekanan psikologis yang dapat memicu depresi dan stres.
“Dampak psikologis yang berat, seperti stres karena tanggung jawab rumah tangga di usia muda dapat menyebabkan depresi dan gangguan kepribadian jangka panjang,” tambahnya.
Melalui program KEREN, Bidang KHPPHA berkomitmen mengedukasi masyarakat dengan pendekatan konten kreatif dan memperkuat rencana pernikahan yang matang sesuai usia ideal.
Kepala Bidang KHPPHA, Citra Tulen, menjelaskan bahwa program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor. Tokoh masyarakat, guru, dan orang tua diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan program ini.
“Pendekatan edukasi dan penegakan hukum akan diperkuat untuk menekan angka pernikahan anak. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan angka perkawinan anak dapat menurun drastis, membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Citra.
Program KEREN juga menitikberatkan pada pentingnya rencana pernikahan yang matang, dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak dan keluarga tentang dampak negatif perkawinan dini.
“Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di Provinsi Gorontalo,” harap Citra.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PPPA Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman juga memberikan pesan penting kepada siswa terkait dampak negatif pernikahan dini.
dr. Yana mengingatkan bahwa pernikahan dini dapat memberikan dampak negatif seperti putus sekolah, terbatasnya peluang karier, hingga risiko kesehatan.
Ia mengajak para siswa untuk terus bersemangat mengejar cita-cita dan memanfaatkan masa muda untuk belajar serta mengembangkan diri.
“Pernikahan dini hanya akan menghambat masa depan kalian. Fokuslah pada pendidikan dan raih impian kalian setinggi mungkin,” pesan dr. Yana Yanti Suleman.





