JAKARTA (kabarpublik.id) – Polda Metro Jaya memastikan informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan penembakan terhadap ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah merupakan kabar bohong atau hoaks.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada jajaran Polres Metro Jakarta Selatan terkait informasi tersebut.
“Informasi itu tidak benar. Kami sudah mengonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan dipastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks,” kata Budi Hermanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang menyebut ajudan Febrie Adriansyah diduga tewas akibat penembakan oleh orang tak dikenal. Informasi tersebut muncul setelah penyelidikan kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo yang masih berlangsung.
Saat ini, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7).
Berdasarkan keterangan awal, korban ditemukan tergeletak di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru sebelum dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.
“Korban dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit. Namun, berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, korban telah meninggal dunia saat tiba di lokasi,” ujar Budi.
Untuk mengungkap penyebab kematian, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan terus mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Pihak yang telah dimintai keterangan antara lain keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta sejumlah saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
Terkait informasi yang menyebut Sutrimo merupakan Kepala Urusan Rumah Tangga (Karumga) di lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Budi mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman.
“Status tersebut masih didalami,” katanya.





