JAKARTA (kabarpublik.id) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta bersama tim inventarisasi untuk melakukan pendataan ulang seluruh sekolah yang mengalami kerusakan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada bangunan sekolah yang luput dari pendataan.
Permintaan tersebut disampaikan Pramono usai meninjau SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).
“Saya meminta Kepala Dinas Pendidikan bersama tim inventarisasi melakukan pengecekan menyeluruh agar diketahui apakah masih ada sekolah rusak yang belum terdata,” kata Pramono.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data sementara terdapat 22 sekolah di Jakarta yang membutuhkan perbaikan. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah hanya dapat memprioritaskan pembangunan tujuh sekolah pada tahun ini.
Selanjutnya, Pemprov DKI menambahkan empat sekolah yang mengalami kerusakan berat ke dalam daftar prioritas, sehingga total terdapat 11 sekolah yang akan segera diperbaiki.
Empat sekolah tersebut yakni SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi dengan alokasi anggaran Rp48,1 miliar, SMA Negeri 102 Jakarta sebesar Rp67,5 miliar, SDN Cempaka Putih Barat 03 sebesar Rp48,4 miliar, serta SDN Papanggo 01 dan TKN Papanggo 01 dengan anggaran Rp74,1 miliar.
Pramono menjelaskan, pendanaan proyek perbaikan akan memanfaatkan dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Menurutnya, skema tersebut dipilih agar proses renovasi dapat segera dimulai tanpa harus menunggu pengesahan APBD tahun berikutnya yang memerlukan waktu lebih lama.
“Kami ingin percepatan. Karena itu sebagian pendanaan akan menggunakan dana KLB, sedangkan kebutuhan lainnya akan disesuaikan melalui APBD Perubahan,” ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap langkah tersebut dapat mempercepat perbaikan sarana pendidikan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.





