Laporan: Rijali (JMSI), Editor: Mahmud Marhaba
RAJA AMPAT [KP] – Akhir-akhir ini masalah penjualan club sepakbola kembali menuai banyak respon beragam dari kalangan masyarakat Raja Ampat. Respon kali ini muncul dari mantan pemain Persiram Frans Freno Sauyai dan Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey.
Ditemui beberapa awak media di depan Kantor DPRD Raja Ampat, Kamis (09/07/2020), mantan pemain club kebanggaan (Persiram) Raja Ampat, Frans Freno Sauyai mengatakan, terbentukya Persiram itu untuk menampung bakat-bakat generasi muda di Raja Ampat menjadi dambaan yang sangat besar.
“Saya dan senior-senior lain yang sering melatih anak-anak mudah di Raja Ampat ini sangat berkeinginan agar ada wadah yang bisa kembali menampung bakat-bakat dari generasi muda ini”, ujarnya.
Sangat disayangkan, lanjut Frans, sepak bola yang menjadi olahraga yang sangat digemari dan sangat menjanjikan ini diabaikan dan dihilangkan begitu saja. Padahal dengan sepak bola bisa pasti mengangkat dan membesarkan nama suatu daerah, baik nasional maupun internasional.
“Coba kita berkaca dari Persipura Jayapura, anak-anak muda disana tidak patah semangat untuk berlatih dan bersaing, karena disana ada harapan besar untuk mereka bisa meraih mimpi dan cita-cita menjadi pemain profesional”, cetus mantan pemain Persiram yang akrab dipanggil Palao itu.
“Jadi kami meminta kepada pimpinan DPRD Raja Ampat untuk bisa mengangkat dan merebut kembali Persiram agar penyaluran bakat sepak bola dari generasi masa depan itu muaranya jelas”, pintahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Raja Ampat, Abdul Wahab Warwey mengungkapkan, dibesarkannya Persiram kemarin itu karena menggunakan uang rakyat, maka harus diusut sampai tuntas persoalan penjualan club sepak bola kebanggaan masyarakat Raja Ampat ini.
“Kalau dibangunnya Persiram itu pakai uang rakyat, berarti bukan cuma DPRD, semua masyarakat Raja Ampat pasti menuntut untuk kita bisa menguak dan mengorek kembali persoalan penjualan Persiram itu”, ucapnya.
Pasti secara kelembagaan, lanjut Tanjung sapaan akrab Ketua DPRD itu, akan memanggil orang-orang yang berkompeten di dalam Persiram saat itu agar ada informasi dari mereka supaya jangan hanya informasi bias diluar yang kita dapatkan.
Ia menuturkan, sebenarnya Piala Raja yang beberapa kali dilaksanakan itu sudah terkenal, bahkan daerah lain pun sampai saat ini terus bertanya perkembangan dari turnamen ini.
“Sebagai pencinta sepak bola dan Manager di salah satu club di Raja Ampat, saya berkeinginan supaya Persiram harus di rebut kembali, karena kalau ada club baru lagi ditakuktan jangan sampai dijual kembali” pungkas Abdul Wahab Warwey.#(KP).





