Breaking News
Live Update Berita Terkini

Pengamanan Mudik 2026 Dinilai Berhasil, Angka Kecelakaan dan Fatalitas Turun

Rabu, 25 Mar 2026
Editor: Eky
R. Haidar Alwi, Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB. (Ist)
Dengarkan dgn suara Siap
38.6K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dinilai menjadi ujian nyata bagi negara dalam menjaga keselamatan masyarakat dalam skala besar.

Hasilnya, pengamanan yang dilakukan menunjukkan capaian positif dengan turunnya angka kecelakaan sebesar 3,23 persen dan fatalitas hingga 24,61 persen dibanding tahun sebelumnya.

Presiden Haidar Alwi Care sekaligus pendiri Haidar Alwi Institute, Haidar Alwi, menilai capaian tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata keberhasilan sistem pengamanan yang terukur dalam menekan risiko di lapangan.

Menurutnya, mudik bukan hanya tradisi tahunan, tetapi peristiwa nasional yang menguji kemampuan negara dalam mengelola mobilitas jutaan orang secara bersamaan.

“Pengamanan mudik bukan rutinitas semata, melainkan ujian kapasitas negara. Ketika lebih dari 100 juta orang bergerak dalam waktu hampir bersamaan, negara harus hadir secara nyata melalui sistem yang bekerja efektif,” ujarnya.

Dalam skala pergerakan yang mencapai lebih dari 143 juta orang, risiko tidak terpusat di satu titik, melainkan tersebar di berbagai wilayah. Dengan dominasi tujuan ke Jawa Tengah, pengendalian arus menjadi semakin kompleks dan membutuhkan strategi yang presisi.

Pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengerahkan sekitar 161.243 personel gabungan serta menyiapkan 2.746 posko pengamanan, pelayanan, dan terpadu.

Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo, Polri menerapkan pendekatan proaktif melalui rekayasa lalu lintas dinamis seperti one way dan contraflow yang disesuaikan dengan kondisi lapangan secara real time.

Saat arus mudik, rekayasa lalu lintas diterapkan untuk mengurai kepadatan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara pada arus balik, kebijakan one way nasional diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek untuk menjaga kelancaran arus menuju Jakarta.

Haidar Alwi menilai kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam pengendalian situasi tersebut.

“Kepemimpinan diuji saat tekanan meningkat. Dalam kondisi seperti ini, keputusan harus cepat dan tepat. Polri menunjukkan bahwa kendali tetap berada di tangan negara,” tegasnya.

Pengamanan juga dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor, melibatkan TNI, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, hingga unsur terkait lainnya. Fokus pengamanan mencakup jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, stasiun, bandara, kawasan wisata, hingga tempat ibadah.

Selain aspek teknis, pendekatan humanis juga diperkuat melalui keterlibatan polisi wanita (Polwan) dalam pelayanan dan komunikasi di lapangan. Kehadiran mereka dinilai mampu membantu meredakan ketegangan di titik-titik padat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Hasil pengamanan tidak hanya terlihat dari penurunan angka kecelakaan, tetapi juga kelancaran arus di sejumlah jalur utama seperti Tol Trans Jawa yang mampu dikelola lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunan risiko ini adalah hasil kerja terencana dan disiplin. Ini menunjukkan fungsi perlindungan negara berjalan dengan baik, di mana keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Haidar Alwi.

Ia menegaskan, keberhasilan ini menjadi gambaran bagaimana negara seharusnya hadir, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui kerja nyata di lapangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.