BALIKPAPAN (kabarpublik.id) – Tim SAR gabungan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, masih melakukan pencarian terhadap seorang anak berusia 12 tahun yang dilaporkan tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Kemala, Sabtu (11/7).
Kepala Kantor SAR Balikpapan Dody Setiawan mengatakan, korban sebelumnya berenang bersama tiga orang temannya sekitar pukul 09.30 WITA. Saat kejadian, kondisi air laut sedang pasang dengan arus yang cukup kuat.
“Korban diduga terseret arus hingga tenggelam, sementara tiga temannya berhasil menyelamatkan diri,” ujar Dody di Balikpapan, Sabtu malam.
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Balikpapan pada pukul 09.40 WITA dari Megantoro, personel Satpolair Polres Balikpapan. Tim SAR kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 09.55 WITA dan tiba sekitar pukul 10.20 WITA.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait untuk melakukan pencarian di sekitar area korban terakhir terlihat.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari perahu karet, speed boat, perlengkapan SAR air, peralatan selam, hingga perangkat komunikasi dan medis.
Namun, hingga Sabtu sore, pencarian belum membuahkan hasil. Operasi kemudian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Minggu (12/7).
“Seluruh personel beristirahat di posko yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua sesuai rencana operasi,” kata Dody.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Ditsamapta Polda Kalimantan Timur, Lanal Balikpapan, Brimob Polda Kalimantan Timur, Satpolairud Polda Kalimantan Timur, Polres Balikpapan, BPBD Balikpapan, Info Bencana, serta pihak keluarga korban.
Dody menyampaikan, kondisi cuaca selama proses pencarian berlangsung cukup baik dan tidak ditemukan kendala berarti. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika air laut sedang pasang dan arus cukup kuat.
“Pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau berenang di pantai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” ujarnya.





