oleh

Penataan Kawasan Santorini, Marten Taha Akui Sempat Terkendala Relokasi Penduduk

-BERITA, GORONTALO-134 Dilihat

Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Walikota  Gorontalo Marten Taha mengaku sempat mengalami kendala saat penataan kawasan kumuh Santorini berlangsung. Salah satu kendala tersebut adalah penduduk yang cenderung tidak mau direlokasi.

Hal ini Marten ungkapkan saat melalukan kunjungan bersama jajarannya ke Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Dirjen Cipta Karya, terkait kegiatan ekspose skala kawasan santorini di Kota Gorontalo, Senin (13/06/2022) di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) RI Jakarta.

“Pengalaman kami pada tahun 2019 lalu, semua warga sudah menyetujui pembangunan dilakukan. Namun hanya ada 1 warga yang bersikeras tidak mau untuk dilakukan pekerjaan. Dan ini sering menjadi persoalan yang kami temui di lapangan,” ungkap Marten Taha.

Marten katakan, persoalan yang sering terjadi ini membuat sejumlah pembangunan proyek infrastruktur yang jadwal penyelesaiannya terpaksa harus tertunda dari rencana.

“Tertundanya rencana pembangunan tersebut akibat harus menunggu persetujuan warga setempat selesai,” ujarnya

Meski begitu, lanjut Marten, pihaknya terus berupaya dengan cara melakukan pendekatan dan sosialisasi terkait penataan kawasan kumuh kepada masyarakat setempat.

Marten juga menambahkan bahwa pembangunan yang dilakukan ini bukan hanya penataan fisik infrastruktur nya saja, melainkan ada juga perbaikan sosial, ekonomi, budaya, dan kondisi masyarakat setempat agar menjadi lebih baik lagi.

“Beberapa kali saya dan tim turun untuk bersosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Alhamdulillah saat ini sudah dapat tertangani dengan baik dan mereka juga sudah siap untuk dilakukan penataan kawasan kumuh tersebut,” Tandasnya #[KP]

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Komentar