BANDUNG (kabarpublik.id) – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara meningkatkan pengamanan kawasan hutan melalui patroli gabungan guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), bencana alam, serta gangguan keamanan hutan (gukamhut) di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cibodas, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan, melindungi fungsi ekologis kawasan, sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Patroli melibatkan Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Cibodas Nana Bely bersama jajaran, Komandan Regu Polisi Hutan Budi Hartono beserta anggota, serta Pemerintah Desa Suntenjaya. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kelestarian kawasan hutan.
Secara terpisah, Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, mengatakan patroli gabungan merupakan langkah preventif untuk menekan risiko kebakaran hutan, bencana alam, hingga gangguan keamanan seperti pencurian getah pinus di kawasan rawan.
“Perlindungan hutan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Melalui patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, dan pengawasan rutin, kami berupaya mencegah kebakaran hutan, menjaga keamanan kawasan, serta memastikan kelestarian fungsi hutan tetap terpelihara,” ujar Deden, Rabu (8/7/2026).
Selain patroli, petugas juga memasang papan larangan dan imbauan di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau.
Kepala Desa Suntenjaya, Asep Wahyono, menyatakan dukungannya terhadap upaya Perhutani dalam menjaga keamanan kawasan hutan.
“Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah berbagai gangguan sehingga hutan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” katanya.
Melalui patroli gabungan ini, Perhutani KPH Bandung Utara terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa dan masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, perlindungan aset hutan, serta penerapan pengelolaan hutan berkelanjutan yang mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).





