Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kaspersky: Pelaku Judi Online Manfaatkan Konten Viral dan Platform Populer untuk Menjerat Korban

Senin, 6 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip Foto - Siswa melihat poster peringatan bahaya judi online dan kanal pengaduan temuan konten judol di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Taruna Persada Dumai, Riau. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)
Dengarkan dgn suara Siap
11.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan bahwa pelaku penyebaran konten judi online (judol) semakin gencar memanfaatkan topik yang sedang viral dan platform digital dengan tingkat interaksi tinggi untuk menjangkau lebih banyak pengguna internet.

Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra, mengatakan bahwa judi online menjadi salah satu tema yang kerap dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber untuk memancing korban agar membagikan data pribadi, mengunduh file berbahaya, hingga melakukan transaksi keuangan.

“Judi online adalah salah satu dari banyak tema yang dieksploitasi oleh pelaku kejahatan untuk memikat pengguna agar berbagi informasi pribadi, mengunduh file berbahaya, atau melakukan transaksi keuangan,” ujar Defi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut Defi, tidak hanya pelaku judi online, berbagai pelaku kejahatan siber lainnya, termasuk penipu daring, juga memanfaatkan popularitas konten dan platform digital untuk menyebarkan tautan phishing, situs web palsu, serta aplikasi seluler palsu guna menjangkau target mereka.

Ia menilai tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia menjadikan pasar digital nasional sebagai sasaran yang menarik bagi para pelaku kejahatan siber. Karena itu, upaya penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemblokiran konten.

“Masalah ini tidak boleh dilihat semata-mata sebagai tantangan penegakan hukum. Ini sama pentingnya dengan masalah kepercayaan digital dan keamanan siber,” kata Defi.

Ia menegaskan, terciptanya ekosistem digital yang aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, platform digital, perusahaan keamanan siber, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan masyarakat pengguna internet.

Defi juga menekankan bahwa meskipun teknologi mampu membantu mendeteksi dan memblokir aktivitas berbahaya di ruang digital, teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran pengguna yang memiliki literasi digital yang baik.

Menurut dia, peningkatan literasi digital masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mengurangi risiko paparan berbagai ancaman siber.

“Penjahat siber akan selalu mengikuti di mana pengguna paling aktif. Seiring berkembangnya platform digital, penguatan ketahanan digital, tidak hanya melalui teknologi tetapi juga melalui peningkatan kesadaran, menjadi semakin penting,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.