JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merespons keluhan masyarakat terkait kondisi kebersihan di Taman Bendera Pusaka yang baru dibuka untuk umum.
Meski fasilitas tempat sampah telah tersedia, masih ditemukan sampah berserakan di sejumlah titik. Melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Pemprov DKI mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan ruang publik.
Kepala Distamhut DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, menegaskan pentingnya peran aktif pengunjung dalam menjaga kebersihan taman.
“Pemerintah terus menyediakan sarana dan prasarana. Namun, keberhasilan menjaga kebersihan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Kami mengajak pengunjung disiplin membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya, Senin (23/3/26).
Untuk memperkuat pengawasan, Distamhut telah menempatkan petugas Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) di area taman. Petugas tersebut aktif mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu, papan informasi berisi aturan dan imbauan juga dipasang di sejumlah titik sebagai bagian dari edukasi publik.
Sebagai langkah lanjutan, Distamhut berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk menambah fasilitas kebersihan, meliputi 10 unit tempat sampah pilah tiga jenis, lima unit tong berkapasitas 600 liter, serta enam unit tong troli berkapasitas 200 liter.
Pemprov DKI menegaskan, kebersihan ruang publik tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat. Edukasi sejak dini dinilai penting untuk membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kebersihan taman diharapkan terjaga secara berkelanjutan sehingga tetap nyaman bagi pengunjung.





