JAKARTA (kabarpublik.id) – Fenomena terminal lucidity menjadi perhatian dalam dunia medis dan psikologi karena sifatnya yang masih sulit dijelaskan secara ilmiah. Kondisi ini kerap menimbulkan dampak emosional mendalam bagi keluarga pasien.
Terminal lucidity adalah keadaan ketika seseorang dengan penyakit kronis atau gangguan neurologis berat tiba-tiba menunjukkan kesadaran penuh dan kemampuan komunikasi yang jelas menjelang akhir hayatnya. Fenomena ini sering terjadi pada pasien dengan kondisi seperti Penyakit Alzheimer, demensia berat, koma berkepanjangan, hingga tumor otak.
Selain itu, sejumlah penelitian juga mencatat kemunculan fenomena ini pada pasien dengan Stroke, meningitis, abses otak, dan gangguan kejiwaan.
Secara medis, terminal lucidity digambarkan sebagai kondisi langka ketika pasien yang sebelumnya tidak responsif tiba-tiba menjadi sadar, mampu berbicara dengan jelas, serta mengenali orang-orang di sekitarnya.
Durasi fenomena ini bervariasi, mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari sebelum kematian, sebagaimana dilaporkan dalam jurnal The Journal of Nervous and Mental Disease.
Gejala Terminal Lucidity
Beberapa tanda yang umum terjadi antara lain:
- Peningkatan kesadaran terhadap lingkungan
- Kemampuan berbicara dengan jelas dan terarah
- Mampu mengenali keluarga atau orang terdekat
- Kembalinya ingatan yang sebelumnya hilang
- Ekspresi emosi yang lebih stabil dan tepat
Kemungkinan Penyebab Secara Medis:
Hingga kini, penyebab pasti terminal lucidity belum diketahui. Namun, sejumlah teori mencoba menjelaskannya, di antaranya:
1. Perubahan Aktivitas Otak
Menjelang kematian, perubahan aliran darah atau metabolisme otak diduga dapat memicu kesadaran sementara.
2. Pelepasan Neurotransmiter
Zat kimia otak seperti dopamin atau endorfin kemungkinan berperan dalam meningkatkan respons neurologis secara singkat.
3. Faktor Hormonal dan Fisiologis
Perubahan hormon serta respons tubuh terhadap stres ekstrem menjelang kematian dapat memicu lonjakan kesadaran sesaat.
Meski belum sepenuhnya dipahami, terminal lucidity menunjukkan bahwa otak manusia masih menyimpan banyak misteri. Fenomena ini sekaligus menjadi momen berharga bagi keluarga untuk berinteraksi terakhir kali dengan orang yang mereka cintai. (Sumber: halodoc)





