JAKARTA (kabarpublik.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur memastikan akan memberikan tempat tinggal yang layak bagi Apni Nelya (37), penyintas penyakit autoimun yang selama ini hidup berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, saat menerima Apni Nelya di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (30/7/2026).
Munjirin menjelaskan, Pemkot Jakarta Timur sebelumnya menawarkan dua pilihan tempat tinggal kepada Apni, yakni panti sosial atau rumah susun sewa (rusunawa). Setelah melalui pembahasan bersama, Apni memilih untuk tinggal di Rusun Pulogebang.
“Setelah kita berdiskusi dan semuanya sepakat, Bu Apni memilih tinggal di Rusun Pulogebang,” kata Munjirin.
Menurutnya, proses penempatan Apni di Rusun Pulogebang akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Pelaksana Teknis Unit Pengelola Rumah Susun (UPT UPRS) agar ia dapat segera menempati hunian tersebut.
Selain menyediakan tempat tinggal, Pemkot Jakarta Timur juga berupaya membantu Apni agar kembali mandiri secara ekonomi. Pemkot telah berkoordinasi dengan pelaku usaha di kawasan Grand Cakung untuk membuka peluang kerja yang sesuai dengan kondisi kesehatannya.
“Yang terpenting Bu Apni memiliki kesempatan untuk bekerja dan memperoleh penghasilan,” ujar Munjirin.
Di sektor pendidikan, Pemkot Jakarta Timur memastikan ketiga anak Apni tetap dapat melanjutkan sekolah. Saat ini, dua anaknya menempuh pendidikan di tingkat SMP, sedangkan satu anak lainnya masih duduk di bangku TK.
Untuk mendukung kebutuhan pendidikan tersebut, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur bersama Dinas Sosial akan melakukan pendataan desil keluarga sebagai syarat pengajuan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Nanti akan diurus bersama oleh Dinas Sosial dan Suku Dinas Pendidikan agar anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.
Pemkot Jakarta Timur juga menggandeng Baznas Bazis Jakarta Timur untuk memberikan bantuan kebutuhan dasar selama masa awal penempatan Apni di rusunawa.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Jakarta Timur berharap Apni dan keluarganya dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak, memiliki tempat tinggal yang pasti, sumber penghasilan yang stabil, serta akses pendidikan yang berkelanjutan bagi anak-anaknya.






