Breaking News
Live Update Berita Terkini

Siklon Tropis: Pengertian, Dampak, dan Fenomena yang Jarang Terjadi di Indonesia

Rabu, 10 Des 2025
Oleh: Eky
Jalur Badai Siklon tropis dari tahun 1900–2016. (Sumber: wikipedia)
Dengarkan dgn suara Siap
84.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Siklon tropis, badai tropis, topan, dan hurrikan merupakan fenomena alam berupa sistem tekanan udara rendah yang terbentuk di wilayah tropis. Meski dapat menimbulkan kerusakan besar, siklon tropis memiliki peran penting dalam sistem sirkulasi atmosfer karena membantu memindahkan panas dari khatulistiwa ke wilayah lintang yang lebih tinggi.

Area pembentukan siklon tropis paling aktif berada di barat laut Samudera Pasifik, disusul kawasan tenggara Samudra Hindia atau perairan barat Australia. Biro Meteorologi Australia mencatat, rata-rata 10 siklon tropis terbentuk setiap tahun di wilayah tersebut.

Selain merusak wilayah yang dilintasi, siklon tropis juga memicu banjir, angin kencang, hujan ekstrem, gelombang tinggi, hingga gelombang badai. Kerusakan paling parah biasanya terjadi di wilayah pesisir karena energi panas laut menjadi pemicu pembentukan badai. Sementara kawasan pedalaman cenderung terdampak lebih ringan, meski tetap berisiko mengalami banjir.

Hujan yang dibawa siklon dapat turun selama berjam-jam hingga berhari-hari dengan intensitas sangat tinggi hingga radius 40 km dari garis pantai. Kondisi ini dapat menyebabkan banjir sungai, banjir daratan, hingga merusak infrastruktur pengendali air.

Para ilmuwan memperkirakan perubahan iklim dapat memperkuat siklon tropis. Pemanasan suhu laut berpotensi meningkatkan intensitas, durasi, dan frekuensi badai sehingga wilayah pesisir semakin rentan.

Siklon Tropis dan Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, jarang dilanda siklon tropis secara langsung. Namun, siklon kerap terbentuk di sekitar wilayah Australia antara November hingga April, dan kadang berdampak ke Indonesia.

Beberapa fenomena yang pernah memengaruhi Indonesia antara lain Badai Tropis Vamei, Siklon Flores, Siklon Viyaru, dan Siklon Senyar. Analisis data BMKG sejak 1907 hingga 2017 menunjukkan hanya sekitar 0,62% siklon di wilayah Australia terbentuk di utara garis 10° LS wilayah yang mencakup Indonesia.

Namun demikian, Indonesia tetap perlu waspada karena dampak tidak langsung seperti hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi dapat terjadi meski pusat siklon berada di luar wilayah Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.