SURABAYA (kabarpublik.id) – Pakar lingkungan laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Eng. Kriyo Sambodho, mengungkap kondisi perairan di sekitar Kepulauan Masalembu saat KM Virgo Transport 8 tenggelam beberapa waktu lalu.
Dosen Departemen Teknik Kelautan ITS itu menjelaskan, karakteristik perairan Masalembu cukup dinamis karena dipengaruhi pola angin muson barat dan timur serta proses perubahan gelombang.
Menurut Kriyo, ketinggian gelombang yang mencapai sekitar 2 meter berpotensi memengaruhi stabilitas kapal, terutama ketika kapal beroperasi di perairan terbuka.
“Ketinggian gelombang yang mencapai 2 meter saat itu sangat mungkin membuat kapal tidak stabil,” kata Kriyo di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/9).
Berdasarkan data hidrometeorologi yang tersedia, kondisi laut saat kejadian tergolong adverse marine conditions atau kondisi laut yang kurang mendukung untuk pelayaran. Meski demikian, kondisi tersebut belum termasuk kategori cuaca ekstrem berdasarkan klasifikasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data di sekitar lokasi kejadian menunjukkan angin dari arah tenggara bertiup dengan kecepatan sekitar 18–20 knot. Sementara itu, kecepatan embusan angin mencapai 27–30 knot.
Pada waktu yang sama, tinggi gelombang signifikan meningkat dari sekitar 1,7 meter menjadi 2 meter.
Kriyo mengatakan stabilitas kapal tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi gelombang. Arah datang angin dan gelombang terhadap posisi kapal juga dapat memengaruhi respons kapal selama berlayar.
“Selain tinggi gelombang, arah angin dan gelombang terhadap posisi kapal dapat menjadi faktor yang memengaruhi respons kapal ketika berlayar di perairan terbuka,” ujarnya.
Ia menambahkan, periode gelombang di sekitar lokasi berada pada kisaran 7–8 detik dengan arah datang dari tenggara. Sementara itu, arus permukaan laut tercatat sekitar 1,0–1,2 knot dan bergerak ke arah barat.
Menurut Kriyo, kombinasi faktor tersebut menunjukkan bahwa kondisi perairan di sekitar lokasi kecelakaan perlu diperhitungkan dalam aspek keselamatan pelayaran.
Ramp Door Perlu Diperiksa
Terkait kemungkinan masuknya air ke dalam kapal, Kriyo menyebut salah satu bagian yang perlu diperiksa adalah ramp door.
Bagian tersebut merupakan pintu berukuran besar yang digunakan sebagai akses kendaraan dan muatan untuk keluar masuk kapal. Karena itu, kondisi dan fungsi ramp door perlu menjadi bagian dari pemeriksaan teknis untuk mengetahui kemungkinan masuknya air ke dalam kapal.
Selain kondisi laut, Kriyo mengatakan kemungkinan gangguan atau kegagalan mesin juga perlu diperiksa. Namun, ia menegaskan berbagai kemungkinan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum investigasi dilakukan secara menyeluruh.
Investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi lingkungan laut hingga faktor teknis kapal.
Kriyo juga mengingatkan agar kecelakaan KM Virgo Transport 8 tidak dikaitkan begitu saja dengan istilah “Segitiga Bermuda Indonesia” yang kerap disematkan pada perairan Kepulauan Masalembu.
Menurut dia, penyebab kecelakaan harus ditentukan berdasarkan data dan hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyebab kejadian perlu ditelusuri berdasarkan kondisi lingkungan, teknis kapal, serta hasil investigasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.





