Menpora Erick Thohir Buka Munas Percasi 2026, Dorong Industri dan Digitalisasi Catur

Sabtu, 11 Apr 2026
Menpora RI Erick Thohir, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia XXX Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (11/4) pagi.(foto:Herry/kemenpora.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
27.4K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Munas PB Percasi) XXX Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Sabtu (11/4).

Dalam sambutannya, Menpora menekankan pentingnya pengembangan industri olahraga (sport industry) dan pariwisata olahraga (sport tourism) sebagai fondasi peningkatan prestasi atlet catur nasional.

“Catur memiliki peminat yang besar. Namun olahraga tidak hanya soal prestasi, melainkan juga bagaimana industrinya berkembang,” ujar Erick Thohir.

Ia mengungkapkan bahwa industri olahraga global mencapai sekitar 525 miliar dolar AS, dengan 40 persen berpusat di Amerika Serikat. Menurutnya, kemajuan prestasi olahraga sangat erat kaitannya dengan kekuatan industrinya.

“Jika hanya fokus pada prestasi tanpa membangun industri, maka akan sulit berkembang. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan melalui belanja pemerintah, investasi sektor swasta, dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Menpora juga menyoroti peran catur sebagai sarana pendidikan karakter, seperti melatih strategi, disiplin, dan kesabaran. Ia mendorong inovasi digital, termasuk pengembangan platform catur daring guna menjangkau generasi muda.

“Anak-anak muda tidak boleh hanya terpaku pada gim online. Catur juga bisa bertransformasi secara digital dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi, termasuk turnamen berbasis online yang mendukung sport tourism,” tambahnya.

Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga tengah melakukan transformasi program, termasuk pembagian pelatnas menjadi tiga kategori: atlet elite, atlet madya, dan atlet muda, guna memperkuat regenerasi.

Ia juga memastikan dukungan penuh pemerintah kepada PB Percasi, siapa pun yang terpilih sebagai ketua umum dalam Munas tersebut.

“Kami siap bersinergi. Yang terpenting, pemimpin organisasi harus memiliki kecintaan terhadap catur, komitmen waktu, dan kemampuan membangun pendanaan, tidak hanya bergantung pada pemerintah tetapi juga sektor swasta dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, menyampaikan bahwa Munas diikuti 33 dari 37 perwakilan provinsi. Agenda utama adalah pemilihan ketua umum baru sebagai bagian dari regenerasi organisasi, serta penguatan digitalisasi permainan catur di lingkungan sekolah.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, yang turut hadir, berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program yang telah berjalan dan melahirkan grandmaster baru yang berprestasi di tingkat dunia.

No More Posts Available.

No more pages to load.