Breaking News
Live Update Berita Terkini

Majelis Alumni IPPNU Luncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri untuk Perkuat Peran Perempuan

Kamis, 11 Jun 2026
Editor: Ati Modjo
Majelis Alumni IPPNU meluncurkan Gerakan Perempuan Membangun Negeri sebagai program strategis nasional untuk memperkuat peran perempuan di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, kepemimpinan, dan sosial. (Foto: Humas Majelis Alumni IPPNU)
Dengarkan dgn suara Siap
4.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Majelis Alumni Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) resmi melantik jajaran pengurus periode baru sekaligus meluncurkan program strategis nasional bertajuk Gerakan Perempuan Membangun Negeri dalam acara yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6).

Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan nasional melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, kepemimpinan, dan pembangunan berkelanjutan.

Majelis Alumni IPPNU merupakan wadah para alumni IPPNU yang berkomitmen melanjutkan semangat kaderisasi dan pengabdian kepada masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai Nahdlatul Ulama.

Ketua Majelis Alumni IPPNU, Siti Nur Azizah, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi titik awal memperkuat persaudaraan, memperbarui semangat pengabdian, dan menyatukan langkah menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Menurutnya, alumni IPPNU merupakan bagian dari kekuatan sosial yang lahir dari tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama sehingga memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menjadi alumni bukanlah akhir dari proses kaderisasi, melainkan awal dari fase pengabdian yang lebih luas. Alumni IPPNU harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Siti Nur Azizah menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, hambatan pemberdayaan perempuan, hingga persoalan lingkungan dan melemahnya solidaritas sosial.

Karena itu, menurutnya, pembangunan harus berorientasi pada keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan, penguat keluarga, pelaku ekonomi rakyat, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Majelis Alumni IPPNU juga memberikan apresiasi kepada Farida Farichah yang dinilai menjadi salah satu contoh keberhasilan kaderisasi IPPNU dalam melahirkan pemimpin perempuan yang berkontribusi bagi bangsa.

Pelantikan pengurus sekaligus menjadi ajang peluncuran Gerakan Perempuan Membangun Negeri, sebuah inisiatif nasional yang berfokus pada lima agenda utama.

Agenda pertama adalah Perempuan Merdeka, yang mendorong peningkatan akses pendidikan, penguatan kapasitas diri, dan kesempatan yang setara bagi perempuan.

Agenda kedua, Perempuan Mandiri, berfokus pada penguatan ekonomi perempuan melalui koperasi, kewirausahaan, UMKM, dan ekonomi keluarga.

Agenda ketiga, Perempuan Visioner, bertujuan mempersiapkan perempuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif, dan mampu mengambil peran strategis dalam kepemimpinan.

Sementara itu, Perempuan Hijau mengajak perempuan menjadi pelopor pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan ketahanan pangan keluarga.

Adapun agenda Perempuan Peduli diarahkan untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap kelompok rentan, penanggulangan bencana, dan penguatan persaudaraan di tengah masyarakat.

Siti Nur Azizah juga mengajak seluruh keluarga besar Majelis Alumni IPPNU untuk mengesampingkan berbagai perbedaan dan fokus pada agenda besar organisasi demi pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Tidak ada lagi kelompok ini atau kelompok itu. Yang ada adalah satu keluarga besar Majelis Alumni IPPNU dengan satu tujuan besar, yaitu mengabdi kepada umat, memberdayakan perempuan, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, Gerakan Perempuan Membangun Negeri merupakan ikhtiar kolektif untuk melahirkan perempuan Indonesia yang merdeka dalam berpikir, mandiri dalam berkarya, visioner dalam memandang masa depan, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

“Ketika perempuan bergerak, keluarga akan kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat. Ketika masyarakat kuat, bangsa akan kuat. Dan ketika alumni IPPNU bersatu, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan lahirnya kebaikan bagi negeri ini,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.