News Update
Live Update Berita Terkini

Perempuan Mekarwaru Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 29 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: Ati Modjo
Dengarkan dgn suara Siap
61.4K pembaca

INDRAMAYU (kabarpublik.id) – Upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mengurangi dampak limbah rumah tangga dilakukan melalui kegiatan bertajuk Perempuan Berdaya, Ekonomi Berkelanjutan di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, pada 18 Juli 2026.

Program yang mengusung konsep ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan perempuan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Mekarwaru dan Tim Penggerak PKK setempat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong perempuan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan limbah sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Kepala Desa Mekarwaru, Edi Sukandi, dan Ketua PKK Desa Mekarwaru, Yuce Ningtias R., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, pelatihan ini memberikan motivasi bagi kaum perempuan untuk lebih produktif melalui pemanfaatan limbah yang selama ini belum dimaksimalkan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pelaksana terdiri atas dosen UNJ yang didukung dosen mitra dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Ketua kegiatan, Rahmawati, S.Psi., M.A., bersama tim pengabdian memberikan pelatihan kepada 16 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan tenaga pendidik. Peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Salah satu materi yang diberikan adalah pemanfaatan limbah sayuran sebagai pewarna alami. Peserta diajarkan cara mengolah bahan organik tersebut menjadi zat pewarna yang dapat digunakan untuk menghias berbagai produk kerajinan.

Setelah memahami teknik pewarnaan alami, peserta mempraktikkan pembuatan kerajinan dari kaleng bekas yang disulap menjadi celengan dan dekorasi bernilai jual. Selain itu, peserta juga diajarkan memanfaatkan kain perca menjadi pouch, kantong serbaguna, serta hiasan untuk mempercantik toples bekas.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai nilai ekonomi produk daur ulang dan peluang pengembangannya sebagai usaha rumahan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Selain anggota PKK, sejumlah guru dari sekolah di sekitar desa turut mengikuti pelatihan untuk memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan pendidikan lingkungan di sekolah.

Salah seorang peserta mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif yang berpotensi menambah pendapatan keluarga.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan tersebut juga membuka peluang usaha baru bagi warga desa.

Kepala Desa Mekarwaru berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Indramayu. Ia menilai kolaborasi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Melalui sinergi tersebut, Desa Mekarwaru diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan yang mendukung visi pembangunan Indramayu REANG, yakni Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong.

No More Posts Available.

No more pages to load.