“Tim DVI terus bekerja secara simultan untuk mempercepat proses identifikasi,” kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid di Banjarmasin, Minggu.
Dia mengakui dalam beberapa hari terakhir cukup banyak temuan jasad korban dari hasil evakuasi tim SAR gabungan yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Bahkan ada beberapa jasad masih di perjalanan menuju Banjarmasin hasil temuan di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu, jumlah jenazah yang dilakukan identifikasi terus bertambah dari waktu ke waktu.
Menyikapi banyaknya temuan korban itu, Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menyiapkan dua kontainer pendingin dengan kapasitas maksimal 200 orang untuk menampung jenazah.
Kontainer pendingin dibutuhkan manakala banyak temuan jenazah hingga harus disimpan terlebih dahulu.
Sementara tim DVI memerlukan waktu yang cukup lama untuk proses identifikasi ketika kondisi jasad sudah sulit dikenali.
Berdasarkan data Basarnas, korban yang berhasil dievakuasi 172 orang terdiri atas 108 selamat dan 64 meninggal dunia dari 243 penumpang dan awak Kapal Virgo yang tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9).
Kini masih ada 71 korban dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Korban meninggal yang telah teridentifikasi 25 orang, belum teridentifikasi 32 orang dan tambahan tujuh korban proses evakuasi jalur darat dari Kalimantan Tengah.





