Laporan : Yadi / Editor : YR
MALUKU UTARA [Kabarpublik.id] – Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, sore tadi melaksanakan musyawarah rencana pembangunan kelurahan (murembangkel) 2022.
Dalam musrembangkel tersebut tiga program telah diusulkan oleh 12 RT, antara lain, sarana prasarana, pemberdayaan, dan sosial budaya. Hal ini dikatakan Ridwan D. Farman, Lurah Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

“Jadi untuk sarana prasarana tadi, kami fokus jalan, saluran air, dan jembatan. Mengingat hal itu sangat urgen sekali untuk di Kelurahan Sasa, apalagi jembatan sendiri ini sebagai pnghubung juga antara satu kelurahan dengn kelurahan lain, ” ujar Ridwan di ruang kerjanya, Senin (17/1/22).
Kemudian masalah jalan yang ada di kelurahan Sasa ini juga, pria kelahiran Ternate, 7 November 1977 itu mengatakan, banyak jalan yang sudah rusak, sehingga diharapkan nanti musrenbang ditingkat Kecamatan,dan di Bapalingbanda Kota Ternate itu mungkin dapat diakomodir di tahun 2022 ini.
“Sementara untuk pemberdayaan sendiri, tadi diusulkan itu kaitan dengan bantuan untuk pertukangan, dan UKM. Kami juga fokus itu, mengingat di tahun 2022 ini banyak pelaku – pelaku UKM yang baru berkembang, dan usaha pemula yang ada di Kelurahan Sasa,”ungkapnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa, usulan ini semua dari masing-masing RT, karena sebelum musrenbang tingkat Kelurahan, kemarin sudah dilakukan musrenbang RT/RW atau pra musrenbang. Selanjutnya, dari pra musrenbang itu menghasilkan usulan – usulan tadi untuk disampaikan di kecamatan yang nantinya pihak kecamatan membahas dengan Bapalingbanda.
“Nah, jadi kami akan bahas bersama dengan mereka mana usulan yang disetujui dan mana yang tidak disetujui. Jadi nanti baru kita lihat dalam pembahasan, karena mungkin nanti dari Bapalingbanda juga memiliki tim khusus yang menganalisis kami punya usulan – usulan tadi,” ucapnya.
Lebih lanjut, apakah dia sangat mendesak, itu klasifikasi-nya ada di Bapalingbanda. Tetapi harapan dari masyarakat tadi bahwa, usulan -usulan tadi kalau bisa diakomodir semuanya, tapi kebijakan itu kembalikan ke Bapalingbanda.
“Jadi harapan kami itu, sehingga musrenbang ini bukan hanya memberikan anggin segar tetapi setidaknya bisa menjawab keluhan-keluhan dari masyarakat, karena pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Ridwan mengakhiri.#[KP]






