Breaking News
Live Update Berita Terkini

Petani Jeruk Rejang Lebong Berharap Hasil Panen Diserap Program MBG

Sabtu, 25 Jul 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Arsip foto - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin pada 11 Mei 2026 lalu menyempatkan diri untuk melihat dan memetik buah jeruk yang dibudidayakan warga Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong di kaki Gunung Api Bukit Kaba di wilayah itu. ANTARA/Nur Muhamad
Dengarkan dgn suara Siap
6.7K pembaca

BENGKULU (kabarpublik.id) – Petani jeruk di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, berharap hasil panen jeruk lokal dapat diserap dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai dapat memberikan kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Salah seorang petani jeruk, Sabar (45), mengatakan keterlibatan komoditas jeruk lokal dalam rantai pasok Program MBG akan membantu petani menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi saat musim panen.

“Kami berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menyerap hasil panen jeruk petani lokal sehingga perekonomian masyarakat ikut meningkat,” ujar Sabar di Rejang Lebong, Jumat (25/7).

Menurutnya, kepastian pasar menjadi kebutuhan utama petani karena harga jeruk dapat turun sewaktu-waktu. Kondisi tersebut, ditambah keterbatasan pupuk, berpengaruh terhadap pendapatan petani.

Sabar mengaku telah membudidayakan jeruk varietas BW di lahan seluas 0,75 hektare selama lima tahun terakhir. Kebunnya ditanami sekitar 300 pohon jeruk yang telah memasuki masa produktif.

Pada panen kedua yang berlangsung pada Maret 2026, kebunnya menghasilkan sekitar 18 ton jeruk. Dengan harga jual Rp10.000 per kilogram, omzet yang diperoleh mencapai sekitar Rp180 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi Ripai, mengatakan daerah tersebut memiliki sejumlah sentra produksi jeruk yang tersebar di Kecamatan Selupu Rejang, Sindang Kelingi, Sindang Dataran, dan Bermani Ulu Raya.

Ia menjelaskan, varietas jeruk yang paling banyak dibudidayakan petani adalah Gerga dan BW. Hasil panennya dipasarkan ke Curup, Kota Bengkulu, Lubuklinggau, hingga Palembang dan Jakarta.

Selain dijual sebagai buah segar, sebagian petani juga mengembangkan agrowisata petik jeruk untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut. Melalui konsep ini, pengunjung dapat memetik dan menikmati jeruk langsung di kebun, sementara buah yang dibawa pulang dibayar sesuai harga yang berlaku.

Dengan potensi produksi yang terus berkembang, Suradi menilai jeruk asal Rejang Lebong memiliki peluang besar menjadi salah satu pemasok buah lokal untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Bengkulu.

No More Posts Available.

No more pages to load.