Kasus Pemerkosaan Perempuan Disabilitas di Tidore, Paman Korban Yakin Pelaku Tidak Melakukannya

Minggu, 15 Jan 2023
Gambar Ilustrasi.
Dengarkan dgn suara Siap
9.7K pembaca

Laporan : Iswadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan disabilitas yang berinisial SS (21) asal kelurahan Topo, kecamatan Tidore, kota Tidore kepulauan yang dilakukan oleh BF (54), membuat Paman dan Menantu Ibu angkat SS angkat bicara. Mereka mengatakan bahwa BF yang di tuduh sebagai pelaku oleh pihak keluarga SS tidak melakukan tindakan tersebut.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Hal ini sebagaimana yang diungkapan paman korban Hama saat di temui wartawan media ini, Minggu (15/01/2023). Hama menceritakan bahwa selama lima tahun dirinya selalu mendampingi BF saat melakukan pengobatan kepada korban SS.

“Selama BF melakukan pengobatan kepada Keponakan saya SS saya selalu berada di sisi mereka”. Ungkap Hama Paman SS.

Hama mengatakan kejadian di bulan puasa bulan april 2022 lalu. Dimana dirinya meminta BF datang untuk melakukan pengobatan. Dan benar adanya BF berbuka puasa di kediaman Emi bersama SS akan tetapi saat tidak lama setelah itu BF bersama SS sudah kembali.

“Batal kan setengah tujuh setelah berbuka mereka kembali ke kediaman itupun masih sangat terang dan tidak sampai beberapa menit dan BF pulang itu belum sampai jam 8 malam”. Katanya.

Hama juga bercerita pada tahun 2021 saat SS pusing dan terjatuh dirinya diminta menghubungi saudara BF untuk mengobati keponakannya SS.

“Saya menunggu BF datang, setelah datang BF mengobati Keponakan saya, kedatangan BF sendiri itu masih sore , setelah SS sadar BF diminta oleh Ibu angkat SS untuk memijat punggung SS, akan tetapi BF tidak pernah mengangkat pakaian SS melainkan yang mengangkat pakaian SS itu Ibu angkatnya, karena saya, istri saya, Ibu angkat SS, dan juga Emi yang merupakan Bibi SS selalu berada di samping SS, setelah selesai BF langsung Pulang. Bahkan BF tidak pernah nginep selama ini”. Lanjutnya.

Hama Menegaskan jika pemerkosaan itu benar adanya yang berhak melaporkan saudara BF adalah dirinya sendiri karena dirinya selalu berada di samping BF.

“Yang terjadi sekarang BF dituduh melakukan pemerkosaan terhadap SS sedangkan kami selama proses pengobatan kami selalu bersama,jika pemerkosaan itu benar adanya, seharusnya yang pantas menuntut BF itu saya, sedangkan mereka yang menuntut BF selama lima tahun tidak pernah terlihat di tempat kejadian ” Tegasnya.

Hama juga bersedia menjadi saksi bagi BF jika kasus ini berlanjut ke persidangan

Sementara itu Emi yang merupakan Menantu dari mama Angkat SS saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak yakin dengan tuduhan yang dialamatkan kepada Saudara BF, bahkan Emi menganggap saudara BF dijebak atas tuduhan pemerkosaan yang dilakukan BF di warung nya.

“Saya tara yakin sekali untuk paitua (BF) bahwa anak (SS) itu kalao di saya punya dalam kios,itu saya tra yakin sekali. Saya punya firasat dong cuma Kase jabak paitua (BF) saja. Sejak kapan BF kaatas Pangge ana itu Kase mandi di sini. sedangkan saya pigi saya punya pintu saya slot samua, jadi paitua mau masuk Iko mana”. Ungkap Emi Saat dikonfirmasi via ponsel

Emi jug mengatakan BF melakukan buka puasa di kediamannya di bulan april 2022 lalu bersama SS, setelah selesai berbuka puasa dirinya bersama SS kembali ke kediaman Ibu angkat SS.

“Setelah Buka puasa Om duduk tidak lama langsung dia Pangge SS pulang karena Om masih babikin obat, itu sutra lama om pulang itu masih terang sekali” .Katanya.

Emi juga bercerita paskah kejadian tersebut kondisi korban SS terlihat seperti biasa tidak terlihat perubahan saat berbelanja diterjen di warung nya.

“kejadian itukan malam pagi nae dia kamari beli rinso di saya, dia seperti biasa, tapi dong Carita di saya bilang om itu manakal ana (SS) tapi pagi dia kamari beli rinso ana p kondisi tidak apa apa”. Pungkasnya.

Sementara itu BF saat ditemui di kediamannya menceritakan bahwa dirinya dipercaya untuk mengobati SS oleh keluarga SS bahkan SS dirinya anggap seperti anak sendiri.

“Anak itu sakit dan setiap saya mengobati SS selalu didampingi oleh keluarga SS baik paman SS dan juga Ibu Angkat SS Bahkan Emi Menantu Ibu angkat SS bahkan SS sudah saya anggap seperti anak sendiri”. Ungkap BF.

Dirinya juga mengatakan sudah beberapa kali menghadiri panggilan pihak kepolisian kota Tidore untuk dimintai keterangan.

BF juga mengatakan jika dalam kasus ini dirinya tidak bersalah maka dirinya melaporkan pihak keluarga SS yang dinilai telah mencemarkan nama baik dirinya dan keluarga. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.