Breaking News
Live Update Berita Terkini

KAI Perkuat Stasiun Manggarai sebagai Pusat Integrasi Transportasi Jakarta

Senin, 10 Agu 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Suasana kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. ANTARA/HO-KAI
Dengarkan dgn suara Siap
1.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran Stasiun Manggarai sebagai pusat integrasi transportasi publik di Jakarta. Langkah ini dilakukan untuk mendukung konektivitas antarmoda sekaligus melayani mobilitas masyarakat yang mencapai sekitar 162 ribu pergerakan penumpang setiap hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Stasiun Manggarai memiliki posisi strategis dalam sistem transportasi perkotaan Jakarta dan kawasan aglomerasi.

“KAI memandang Stasiun Manggarai memiliki peran penting dalam pengembangan transportasi publik Jakarta. Fokus ke depan adalah meningkatkan kemudahan perpindahan antarmoda, efisiensi perjalanan, dan aksesibilitas kawasan sekitar stasiun,” kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8).

Saat ini, Stasiun Manggarai melayani sekitar 700 hingga 750 perjalanan kereta setiap hari. Tingginya aktivitas tersebut menjadikan Manggarai bukan hanya sebagai titik transit, tetapi juga berpotensi berkembang menjadi pusat konektivitas berbagai moda transportasi.

Data KAI menunjukkan jumlah pengguna KRL Commuter Line yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai mencapai 5,14 juta penumpang pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi 5,57 juta penumpang pada 2024 dan tercatat 5,46 juta penumpang sepanjang 2025.

Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna KRL yang masuk melalui Stasiun Manggarai telah mencapai 2,71 juta penumpang.

Peran Manggarai juga semakin strategis dengan keberadaan layanan Commuter Line Bandara. Secara keseluruhan, layanan ini melayani 1,97 juta penumpang pada 2023, meningkat menjadi 2,24 juta penumpang pada 2024, dan mencapai 2,35 juta penumpang pada 2025.

Khusus di Stasiun Manggarai, jumlah pengguna Commuter Line Bandara tercatat sebanyak 230.314 penumpang sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Penguatan konektivitas kawasan Manggarai juga akan didukung oleh pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai. Berdasarkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jalur sepanjang sekitar 6,4 kilometer tersebut akan memiliki lima stasiun, termasuk Stasiun Manggarai.

Pemprov DKI Jakarta pada Juli 2026 telah melakukan peninjauan kesiapan operasional lintas tersebut sebagai bagian dari persiapan pengoperasian LRT Fase 1B.

Dengan pengembangan tersebut, Stasiun Manggarai akan menjadi titik temu berbagai moda transportasi, mulai dari KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, hingga LRT Jakarta.

KAI juga mengembangkan kawasan Manggarai dengan konsep yang mengintegrasikan konektivitas antarmoda, jalur pedestrian, ruang publik, dan fungsi perkotaan secara terpadu.

Menurut Anne, penguatan konektivitas menjadi fondasi penting sebelum kawasan Manggarai berkembang menuju konsep Transit-Oriented Development (TOD) atau kawasan berorientasi transit.

“Semakin mudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya, semakin besar manfaat transportasi publik bagi kota. Manggarai memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan yang terhubung, mudah diakses, dan mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.