Breaking News
Live Update Berita Terkini

Kadis Perindag Ternate : Kami Sudah Lakukan Rapat Soal Penataan Pedagang Diluar Pasar Syariah

Kamis, 15 Sep 2022
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
9.3K pembaca

Laporan : Yadi
Editor : YR

MALUKU UTARA [kabarpublik.id] – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate Muchlis S Djumadil mengatakan jika pihaknya sudah melakukan rapat bersama Bappaligbanda Kelurahan Sasa dan Jambula terkait penataan para pedagang yang berada diluar Pasar Syariah.

Dimana dalam rapat tersebut, pihaknya mendapat solusi untuk bagaimana menata para pedagang yang berjualan diluar pasar agar tertata dengan baik.

“Memang saat ini, kondisi pasar Syariah masih sangat membutuhkan sarana pendukung untuk para pedagang berjualan. Dan tadi dalam rapat itu, kita akan upayakan agar sarana pendukung itu dapat dipenuhi,” ujar Muchlis, Rabu (14/09/2022).

Muchlis juga mengatakan jika pihaknya akan membangunkan sementara tenda – tenda untuk para pedagang, sambil menunggu sarana pendukung itu ada.

“Kita akan tata pedagang yang berjualan diluar dengan membuatkan tenda – tenda yang bagus berkonsep kan wisata,” kata mantan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu.

Selain itu, untuk para pedagang yang sudah ada di dalam Pasar Syariah kata Muchlis, masih tetap berjualan seperti biasanya.

“Dan untuk pedagang diluar itu setelah ditata akan membayar retribusi 2.000 per hari. Hal itu sesuai dengan peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan tarif retribusi. Bila mereka tidak mau membayar kita pindahkan,” ucapnya.

Sebelumnya Muchlis menyatakan bahwa, akan mencarikan solusi bagi pedagang yang berjualan di luar pasar supaya mereka bisa kembali ke dalam pasar.

“Kami akan bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Sasa dan Jambula untuk bisa membantu menertibkan para pedagang yang masih berada di jalan,” ujarnya di Pasar Syariah Sasa pada Senin 6 September 2022 yang lalu.

Dirinya menambahkan, akan memfasilitasi para pedagang yang bersedia masuk ke dalam pasar.

“Kalau sampai dari jumlah pedagang yang ada tidak dapat tempat maka kita cari tempat baru untuk disediakan. Ini agar mereka semua bisa berjualan di pasar tersebut,” ungkapnya. #[KP]

No More Posts Available.

No more pages to load.