News Update
Live Update Berita Terkini

Irman Gusman Apresiasi Pengabdian Abraham Paul Liyanto pada HUT ke-70 di Kupang

Sabtu, 24 Okt 2026
Editor: Eky
Dengarkan dgn suara Siap
4.8K pembaca

KUPANG (kabarpublik.id) – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mengapresiasi perjalanan hidup dan pengabdian Senator Abraham Paul Liyanto dalam membangun Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari jabatan atau pencapaian pribadi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Irman saat menghadiri peluncuran buku biografi Diberkati untuk Memberkati dalam rangka peringatan ulang tahun ke-70 Abraham Paul Liyanto di Universitas Citra Bangsa (UCB), Kupang, Sabtu (24/10/2026).

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Irman menilai perjalanan hidup Abraham dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dalam menghadapi keterbatasan ekonomi dan memperjuangkan pendidikan.

“Perjalanan hidup Abraham mengajarkan kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari cita-cita. Yang menentukan adalah kemauan untuk terus berjuang, membangun diri, dan menggunakan keberhasilan itu untuk membantu orang lain,” ujar Irman.

Mantan Ketua DPD RI itu mengungkapkan bahwa Abraham berasal dari keluarga sederhana di kawasan Kuanino, Kupang. Semasa muda, Abraham harus menjalani berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai kuliahnya.

Pekerjaan yang pernah dilakoninya antara lain berjualan kue, minyak tanah, dan rokok ketengan. Abraham juga pernah memikul drum air hingga bekerja dalam proyek pembangunan saat masih berstatus mahasiswa.

Menurut Irman, pengalaman tersebut membentuk karakter Abraham menjadi pribadi yang tangguh dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Irman Gusman Soroti Pemerataan Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan itu, Irman juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur.

Ia mengingatkan agar pembangunan nasional tidak hanya berpusat di wilayah tertentu, sementara daerah lain masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi.

“Pembangunan tidak boleh menganakemaskan satu daerah dan menganaktirikan daerah lain. Setiap wilayah berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.

Irman menjelaskan bahwa semangat pemerataan pembangunan menjadi salah satu pertimbangannya ketika memimpin DPD RI dalam mendorong pembangunan kantor perwakilan di sejumlah wilayah Indonesia.

Salah satu lokasi yang dipilih adalah Kupang sebagai representasi kawasan timur Indonesia. Menurutnya, pembangunan kantor tersebut tidak terlepas dari perjuangan Abraham Paul Liyanto.

Peletakan batu pertama pembangunan kantor perwakilan DPD RI di Kupang dilaksanakan pada 15 Juni 2011.

Irman mengatakan, hubungan persahabatannya dengan Abraham telah terjalin sejak keduanya aktif di dunia usaha melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin), sebelum bersama-sama berkiprah di DPD RI.

Ia menggambarkan Abraham sebagai entrepreneurial senator, yakni senator dengan latar belakang kewirausahaan yang mampu mengembangkan gagasan menjadi peluang bagi kemajuan daerah.

Pengabdian kepada Masyarakat Jadi Warisan Berharga

Lebih lanjut, Irman menilai keberhasilan seorang tokoh seharusnya tidak hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, akses pendidikan, keterampilan kerja, lapangan pekerjaan, dan pelayanan kesehatan merupakan bentuk pengabdian yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi.

“Gedung akan menua, jabatan akan berakhir. Tapi seorang anak NTT yang mendapat pendidikan, seorang pemuda yang memperoleh keterampilan dan pekerjaan, serta keluarga yang tertolong karena pelayanan kesehatan. Itulah warisan yang manfaatnya dapat melampaui usia kita,” katanya.

Irman yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi dan UMKM PP Muhammadiyah menilai judul buku Diberkati untuk Memberkati memiliki pesan tentang pentingnya berbagi manfaat dari setiap keberhasilan yang diraih.

Ia berharap kisah perjuangan Abraham dapat memotivasi mahasiswa UCB dan generasi muda NTT untuk terus meningkatkan kemampuan serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Irman juga mengajak generasi muda agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial sebagai penghalang dalam meraih cita-cita.

“Selamat ulang tahun ke-70 buat sahabat saya, Bapak Abraham Paul Liyanto. Teruslah menjadi berkat bagi NTT dan bagi Indonesia,” ucapnya.

Peluncuran buku biografi tersebut turut dihadiri mantan Gubernur NTT Herman Musakabe, anggota Komisi II DPR RI dari Partai Gerindra Esthon Foenay, mantan anggota DPR RI Charles J. Mesang, serta Rektor Universitas Citra Bangsa Frans Salesman.

Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah anggota DPRD NTT, dan tamu undangan lainnya.

Peringatan ulang tahun ke-70 Abraham Paul Liyanto sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjalanan hidupnya dari dunia usaha hingga pengabdian sebagai anggota DPD RI.

No More Posts Available.

No more pages to load.