“Proses diplomasi tidak berlangsung dalam ruang hampa,” kata Baghaei, Rabu (10/6).
“Untuk memajukan setiap proses negosiasi atau diplomasi, diperlukan kondisi yang cukup kondusif agar diplomasi dapat berjalan,” katanya, menambahkan.
Baghaei menuduh AS mengganggu jalur diplomatik melalui pesan-pesan yang bertentangan, perubahan sikap dan tuntutan yang berulang, serta pelanggaran gencatan senjata.
“Sayangnya, Amerika Serikat, melalui pesan-pesan kontradiktif yang disampaikannya, perubahan berulang dalam posisi dan tuntutannya, dan yang terburuk, pelanggaran gencatan senjata yang berulang, telah merusak proses diplomatik,” katanya.
Baghaei juga menuduh Israel menghambat diplomasi melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon.
“Setiap proses diplomatik akan dirugikan oleh penggunaan kekuatan dan tindakan yang melanggar hukum,” katanya.
Baghaei menambahkan bahwa Iran akan meninjau kondisi yang melingkupi negosiasi mendatang berdasarkan perkembangan terbaru, tetapi ia tidak memberikan perincian lebih lanjut.
Sumber: Anadolu (ant)






