Breaking News
Live Update Berita Terkini

Prajurit TNI Baku Tembak Saat Evakuasi Korban OPM

Jumat, 24 Jul 2026
Editor: Jamalul Insan
Koops TNI Habema saat mengevakuasi dua jenazah di Yahukimo, Papua, Kamis (23/7/2026) (ANTARA/Ho-Pen Koops Habema)
Dengarkan dgn suara Siap
3.4K pembaca
JAKARTA  (Kabarpublik.id) – Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan personelnya sempat terlibat baku tembak dengan anggota OPM saat proses evakuasi tiga jenazah warga sipil yang ditembak organisasi tersebut di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, proses evakuasi itu dilakukan pada Kamis (23/7).

“Pada saat tim evakuasi bergerak menuju lokasi jenazah, keberadaan OPM sempat terdeteksi dan terjadi kontak tembak dengan kelompok tersebut yang berada di sekitar area kejadian,” kata Yudha.

Namun menurut dia, personel Koops TNI Habema tetap mengutamakan keselamatan seluruh anggota tim dan memastikan proses evakuasi dapat dilanjutkan.

Yudha menjelaskan bahwa saat mendatangi lokasi, posisi jenazah sudah bergeser tidak jauh dari lokasi pembunuhan. Di sana personel hanya menemukan dua jenazah.

“Dua jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai guna menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, sementara satu orang perempuan dari Suku Unaukam hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujarnya.

Bersamaan dengan proses pencarian jenazah, Yudha memastikan pasukannya akan terus memperketat pengamanan wilayah demi menjaga keselamatan warga sipil yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.

“Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.

Diketahui, Koops TNI Habema sedang mengejar anggota OPM yang membunuh tiga warga sipil. Warga sipil yang dibunuh pada Senin (21/7) itu terdiri atas sepasang suami istri dan seorang perempuan dari Suku Unaukam.

“Menindaklanjuti kejadian tersebut, Koops TNI Habema terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk melakukan penyelidikan, pengejaran, dan penegakan hukum terhadap para pelaku sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna.

Wirya mengatakan aksi penganiayaan itu diduga dilakukan kelompok OPM pimpinan Kopitua Heluka (Danops Kodap Yahukimo).

Informasi soal aksi keji itu, lanjut Wirya, juga sempat dipublikasikan OPM melalui Manajemen Markas Pusat Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Dalam informasi itu mereka mengklaim bertanggung jawab atas penembakan yang mengakibatkan tiga warga sipil meninggal dunia,” ungkap Wirya.

Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait kronologi aksi penganiayaan itu. Koops Habema, lanjut Wirya, masih fokus mencari informasi tentang keberadaan pelaku. (ant)

No More Posts Available.

No more pages to load.