Laporan : Ifan S. Saluki
Editor : YR
GORONTALO [kabarpublik.id] – Walikota Gorontalo Marten Taha kembali di anugrahi sebagai Kepala Daerah Inovatif (KDI) tahun 2021 oleh MNC Portal Indonesia bersama 15 kepala daerah lainnya.
Penghargaan tersebut, ia dapatkan usai melahirkan sebuah inovasi untuk membangkitkan semangat siswa agar tetap belajar ditengah pandemi.
Salah satu inovasi itu adalah belajar daring berasa luring. Dimana, Marten Taha membuka ruang bimbingan belajar lewat siaran TV lokal.
Sebelumnya, KDI award juga pernah diterima oleh Marten Taha pada tahun 2020 silam. Kala itu, Marten dinilai melahirkan inovasi disektor perekonomian.
“Terima kasih kepada MNC Grup yang telah memberikan penghargaan KDI kepada saya yang ke dua kalinya. Kali ini dibidang pendidikan, sebelumnya bidang ekonomi,,,”
“Saya kira ini adalah penghargaan yang diberikan berdasarkan kinerja saya dalam dunia pendidikan,” ujar Marten ketika diwawancarai.

Bagi Marten, kualitas pembelajaran daring (melalui virtual) lebih rendah dibandingkan dengan sistem pembelajaran secara luring. Sebab menurut dia, belajar tatap muka, apalagi pendidikan ditingkat dasar, itu membutuhkan simulasi, contoh, dan perilaku yang harus dilihat oleh seorang siswa.
“Tidak bisa hanya melalui jarak jauh dengan perantaraan teknologi apapun,” kata Marten.
Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa dalam memajukan pendidikan, ada tiga aspek yang harus diperhatikan, diantaranya adalah mempermudah akses pendidikan kepada masyarakat.
“Tidak ada orang yang tertinggal, tidak
ada yang termarjinalkan dengan alasan apapun, entah itu ekonomi atau hal lainnya. Semua anak harus tetap sekolah,”tegasnya.
Kemudian yang ke dua, dirinya terus melakukan perbaikan tata kelola pendidikan, sarana prasarana, dan kurikulum pendidikan. Dan yang ke tiga, yakni memperbaiki kualitas pendidikan.
“Kalau tiga hal ini kita perhatikan, maka akan berpengaruh pada HDI (Human Development Indeks) kita,” tuturnya.
Dari ketiga hal tadi kata Marten, disaat pandemi sekalipun, IPM Kota Gorontalo naik. Bahkan, IPM Kota Gorontalo pada tahun 2020 tertinggi se Provinsi Gorontalo.
“Ekonomi dan kesehatan kita memang terpuruk. Saya berfikir, jangan sampai pendidikan kita juga ikut terpuruk. Maka dari itu, saya plototin terus dunia pendidikan,,,”
“Karena salah satu yang berpengaruh saat pandemi itu adalah pendidikan. Pendidikan juga sangat berkaitan dengan IPM. Sehingga, Kota Gorontalo bisa menunjukan kinerja disektor pendidikan,” tandas Marten.
Hal lain yang ia dilakukan, yaitu memperbaiki sarana dan prasarana seluruh sekolah. “Saya juga perbaiki sarana prasarana. Sehingga, ketika PTM Terbatas diizinkan, pelaksanaan belajar mengajar bisa dilaksanakan tanpa menemui kendala kurang memadainya sarana prasarana yang dibutuhkan,” pungkas Marten Taha.
Sementara itu, Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoe menginginkan anugerah KDI tahun 2021 ini menjadi inspirasi bagi pemimpin daerah lainnya untuk terus berprestasi ditengah tantangan yang ada.
“Ini apresiasi dari kami mewakili MNC Grup dan masyarakat dan merupakan inspirasi untuk kepala daerah lain supaya memiliki prestasi serupa dengan para pemenang pada hari ini,” katanya usai menghadiri KDI Award 2021.
Ditempat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki menyampaikan harapannya kepada seluruh kepala daerah agar dapat memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.
“Karena dunia pendidikan ini sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi kedepannya,” pungkasnya.
Diketahui, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoe, di Gedung iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (05/11/2021) malam, dan juga turut dihadiri Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas.
KDI Award kali ini, merupakan ajang ke-8 sejak 2014 dan telah menganugerahi sekitar 120 pemimpin daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. #[KP]





