News Update
Live Update Berita Terkini

Hadapi Pandemi Covid-19 Dengan Gotong Royong, Tanah Datar Usung Nagari Tageh

Senin, 23 Nov 2020
Editor: redaksi
Dengarkan dgn suara Siap
6.2K pembaca

Tanah Datar [KP Sumbar] — Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, dibuktikan jumlah yang terpapar terus bertambah dan berdampak terhadap sendi-sendi ekonomi dan kesehatan masyarakat menjadi sebuah permasalahan yang harus dicarikan solusinya.

Dengan prinsip sinergitas dan gotong royong seluruh unsur menjadi modal sosial untuk bertahan dan tetap bisa berkembang di tengah pandemi Covid-19.

Hal ini dikemukakan Direktur Pusat Pengembangan Nagari Unand Dr. Eri Gas Eka Putra saat memaparkan konsep Nagari Tageh di depan Pjs. Bupati Tanah Datar Erman Rahman dan undangan lainnya di Gedung PKK Indo Jolito, Sabtu (21/11/2020).

Eri Gas yang juga staf pengajar Fakultas Pertanian Unand Padang ini mengatakan Nagari Tageh merupakan inovasi nagari yang punya kelenturan atau daya lenting yang tinggi menghadapi Pandemi Covid-19 dan pasca pandemi nantinya.

“Nagari Tageh, artinya nagari harus tegeh (lentur) dalam bidang kesehatan, pendidikan, pangan, ekonomi, sosial budaya, informasi, bencana dan mengatasi penyakit masyarakat. Ini memang tugas berat, namun dengan niat ikhlas, kebersamaan dan kerja keras, basamo mako manjadi. Apalagi kita masyarakat Minangkabau punya prinsip hidup gotong royong. Ini perlu dihidupkan lagi,” urai Eri Gas yang juga putra Sumanik ini.

Lebih lanjut Eri Gas katakan, Unand sebagai perguruan tinggi siap bermitra dengan pemerintah daerah dan pemerintah nagari mewujudkan Nagari Tageh di Sumatera Barat, didukung dosen serta melibatkan mahasiswa tidak hanya dari Unand, yang nanti akan dibekali dengan berbagai  kemampuan.

Sebelumnya Kepala Laboratorium Diagnostik Unand dr. Andani Eka Putra menyam’paikan perkembangan Covid-19 di Sumatera Barat cukup terkendali sampai bulan Juni 2020 namun semenjak liburan Idul Adha terjadi peningkatan menjadi 12% positive rate, artinya dari 100 orang yang diperiksa ditemukan 12 orang yang positif.

“Masyarakat sebenarnya cemas dengan Covid-19, namun rasa cemas tidak diiringi dengan sikap waspada malah cenderung abai, bahkan sebagian tidak percaya dengan virus ini. Di sinilah peran alim ulama, pemangku adat, wali nagari menjelaskan kepada masyarakat, ” urainya.

Andani yang sudah memeriksa lebih dari 320.000 sampel ini, mengatakan angka positif Covid-19 dominan usia 45 tahun ke bawah sekitar 70 persen. “Yang banyak terpapar itu usia 45 tahun ke bawah, dan secara fisik masih aman, namun sayangnya usia ini banyak yang tidak disipilin dan akan membahayakan orang-orang tua kita di rumah jika terkena virus corona yang menganggu sistem pernafasan manusia ini,” sambungnya.

Pjs. Bupati Erman Rahman di kesempatan itu mendukung penuh pembentukan Nagari Tageh di Kabupaten Tanah Datar. “Pencegahan dan penanganan Covid-19 ini tidak bisa dikerjakan satu unsur saja namun butuh keterlibatan semua pihak, pemerintah daerah, perguruan tinggi, nagari, tokoh masyarakat, swasta, perantau, TNI/Polri dan lainnya,” ungkapnya.

Kondisi Tanah Datar, ucap Erman juga memperkuat pentingnya Nagari Tageh dalam menghadapi resiko bencana yang cukup tinggi. Tageh dalam menghadapi bencana.

Kadis Kesehatan dr. Yesrita Zedrianis dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Nagari Tageh dengan pemrakarsa Unand Padang  menjadi tawaran inovasi nagari agar tangguh dan kuat menghadapi pandemi Covid-19.

Mengingat protokol kesehatan, kegiatan ini terbatas  diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen, Kepala perangkat daerah terkait, perwakilan camat, walinagari dan kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Tanah Datar. (wn)

No More Posts Available.

No more pages to load.