Breaking News
Live Update Berita Terkini

Gibran Ajak Pelajar dan Guru Kuasai AI untuk Hadapi Era Digital

Selasa, 16 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Tangkapan layar - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pesan tentang pentingnya kecerdasan imitasi (AI) melalui unggahan di media sosial resminya, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO- YouTube
Dengarkan dgn suara Siap
4.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id)  – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak seluruh pelajar dan guru di Indonesia untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai bekal menghadapi transformasi digital yang berkembang pesat.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Gibran menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi global, tetapi harus mampu menjadi pelaku dan penguasa teknologi tersebut.

“Dunia berubah sangat cepat. Dari yang sebelumnya berfokus pada literasi baca tulis, kini berkembang menuju literasi digital dengan AI sebagai salah satu tonggak utamanya,” ujar Gibran.

Menurutnya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mempercepat proses belajar dan meningkatkan produktivitas, bukan sebagai sarana yang membuat generasi muda bergantung atau kehilangan semangat belajar.

Gibran menjelaskan bahwa AI dapat berfungsi layaknya asisten pribadi yang membantu mencari informasi, mempelajari bahasa asing, hingga menyederhanakan konsep dan perhitungan yang kompleks.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kemampuan berpikir kritis di tengah kemajuan teknologi. Pemanfaatan AI, kata dia, harus mendorong kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir mandiri.

“Kita harus bisa memanfaatkan teknologi ini dengan bijak. Jangan sampai AI justru mengurangi daya kritis dan kreativitas generasi muda,” katanya.

Gibran juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI yang bersifat open source dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelajar, mahasiswa, maupun tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi digital.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, guru dan orang tua diminta untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Menurut Gibran, AI juga dapat membantu meringankan pekerjaan administratif para guru, mulai dari menyusun soal ujian, membuat materi pembelajaran yang lebih menarik, hingga menghadirkan studi kasus yang relevan bagi siswa.

Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dibarengi dengan etika dan tanggung jawab. Teknologi tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi orang lain.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola AI nasional, Gibran menyampaikan bahwa pemerintah telah menyelesaikan UNESCO Readiness Assessment Methodology guna mengukur kesiapan Indonesia dalam mengembangkan dan mengatur pemanfaatan kecerdasan buatan di masa depan.

Ia berharap generasi muda Indonesia mampu memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab demi menciptakan bangsa yang lebih maju, cerdas, dan berdaya saing global.

“Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” ujar Gibran.

No More Posts Available.

No more pages to load.