Breaking News
Live Update Berita Terkini

Seskab Teddy Ajak Masyarakat Jadikan Tahun Baru Islam Momentum Muhasabah

Selasa, 16 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan terkait isu-isu terkini, di Jakarta, Senin (1/6/2026). ANTARA/HO-Instagram/@sekretariat.kabinet/pri.
Dengarkan dgn suara Siap
2.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menyampaikan bahwa pergantian tahun Hijriah tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga kesempatan untuk melakukan introspeksi serta meningkatkan kualitas diri.

“Mari kita jadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Teddy.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Teddy berharap tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh masyarakat.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kedamaian kepada kita semua,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk memaknai Tahun Baru Islam sebagai momentum transformasi diri dan kehidupan sosial yang lebih baik.

Menurut Nasaruddin, hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga perubahan cara pandang menuju kehidupan yang lebih inklusif, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

“Hijrah adalah transformasi sistem kemasyarakatan, dari masyarakat yang sempit dan primordial menuju masyarakat yang terbuka, kosmopolitan, serta dilandasi kasih sayang,” ujar Nasaruddin.

Menag menjelaskan bahwa dalam kehidupan sosial terdapat berbagai bentuk komunitas, mulai dari yang dibangun atas dasar hubungan darah hingga organisasi sosial dan politik. Namun, konsep umat memiliki makna yang lebih luas karena dipersatukan oleh nilai-nilai kebersamaan, kepemimpinan, visi masa depan, serta kasih sayang.

Menurutnya, sebuah komunitas layak disebut umat apabila memiliki empat unsur utama, yakni kasih sayang, visi ke depan, kepemimpinan yang berwibawa, serta masyarakat yang santun dan taat dalam satu sistem yang harmonis.

Nasaruddin juga mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana refleksi terhadap kondisi kehidupan sosial saat ini, sekaligus memperkuat semangat persatuan, kepedulian, dan kebersamaan dalam membangun bangsa.

Momentum 1 Muharram, lanjutnya, hendaknya menjadi pengingat bahwa hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan proses perubahan yang harus terus dilakukan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, baik secara individu maupun sosial.

No More Posts Available.

No more pages to load.