Breaking News
Live Update Berita Terkini

Gaikindo Minta Pemerintah Perluas Stimulus untuk Semua Jenis Kendaraan

Senin, 29 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Petugas mengecek mobil yang akan diekspor di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor mobil utuh atau completely build up (CBU) mencapai 47.560 unit pada Mei 2026 atau naik 31,4 persen secara bulanan dibandingkan April 2026 yang mencapai 36.207 unit sehingga mencerminkan kuatnya permintaan pasar global terhadap kendaraan produksi dalam negeri. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU
Dengarkan dgn suara Siap
4.2K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) meminta pemerintah memperluas kebijakan stimulus bagi seluruh jenis kendaraan bermotor guna menjaga pertumbuhan industri otomotif nasional di tengah transformasi teknologi dan meningkatnya persaingan global.

Gaikindo menilai berbagai kebijakan pemerintah selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga daya saing industri otomotif nasional, baik melalui insentif fiskal, fasilitas investasi, maupun forum komunikasi dengan pelaku industri.

“Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor,” kata Ketua I Gaikindo, Anton Jimmy Suwandi, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Anton, berbagai kebijakan yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan kepastian bagi investor sekaligus mendorong pengembangan industri otomotif nasional.

Salah satu kebijakan yang dinilai efektif adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS), yang memberikan pembebasan bea masuk atas impor bahan baku dan komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri. Selain itu, kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) pada masa pemulihan ekonomi dinilai berhasil menjaga permintaan pasar domestik dan mempertahankan tingkat utilisasi pabrik kendaraan.

Gaikindo juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), yang mencakup kendaraan hemat energi, hybrid, hingga kendaraan listrik berbasis baterai. Program tersebut dinilai mampu mendorong investasi baru sekaligus meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Di sisi lain, Gaikindo menilai Indonesia masih menjadi tujuan investasi yang menarik bagi industri otomotif global. Selain produsen otomotif Jepang yang telah lama berinvestasi, sejumlah perusahaan otomotif asal China juga mulai menunjukkan minat untuk memperluas investasi dan membangun rencana bisnis jangka panjang di Indonesia.

“Melihat dukungan pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari China yang mulai berinvestasi di Indonesia juga berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” ujar Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto.

Menurut Jongkie, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global.

Karena itu, Gaikindo mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus yang lebih merata untuk seluruh teknologi kendaraan, mulai dari kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE), kendaraan hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), hingga kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

Menurut Gaikindo, kebijakan stimulus yang inklusif akan membantu menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tengah perubahan teknologi global yang semakin cepat.

No More Posts Available.

No more pages to load.