Diperiksa BPK, Menteri PANRB Tegaskan Transparansi SP4N dan Laporan Keuangan 2025

Minggu, 22 Feb 2026
Menteri PANRB Rini Widyantini menyerahkan Laporan Keuangan Tahun 2025 kepada BPK RI dalam agenda penerimaan LHP Kinerja SP4N dan entry meeting pemeriksaan di Kantor BPK, Jakarta.(Sumber: menpan.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
32.7K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Tahun 2024 hingga Semester I 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Jumat (20/2/2026).

Agenda tersebut juga dirangkai dengan entry meeting pemeriksaan laporan keuangan Tahun 2025 di Kantor BPK, Jakarta.

Gambar konten
Sumber: Kabarpublik.id

Dalam kesempatan itu, Menteri Rini turut menyerahkan Laporan Keuangan Kementerian PANRB Tahun 2025 sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan anggaran kepada negara dan publik.

Perkuat Akuntabilitas dan Reformasi Birokrasi

Rini menegaskan bahwa SP4N merupakan instrumen strategis untuk membangun pelayanan publik yang responsif dan transparan.

“Penguatan sistem pengaduan publik tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, laporan keuangan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat ukur efektivitas program dan penggunaan anggaran dalam mendukung reformasi birokrasi.

Entry Meeting Sesuai Standar Pemeriksaan

Entry meeting menjadi bagian penting dalam proses audit sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN), yang mewajibkan komunikasi efektif antara auditor dan entitas yang diperiksa.

Anggota III BPK selaku Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara (PKN) III Akhsanul Khaq menekankan bahwa audit laporan keuangan bertujuan memastikan transparansi, akuntabilitas, serta kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan.

“Pemeriksaan ini memberikan keyakinan memadai atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah,” tegasnya.

Sinergi Pengawasan Negara

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara Kementerian PANRB dan BPK dalam memperkuat sistem pengawasan keuangan negara. Rini berharap hasil audit dan rekomendasi BPK dapat menjadi dasar evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan tata kelola yang bersih dan profesional.

“Dengan kolaborasi ini, pengelolaan keuangan negara diharapkan semakin transparan, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.