DP2PA Provinsi Gorontalo Gelar Penguatan Lembaga Berperspektif Gender untuk Tekan Kasus Perceraian

oleh
oleh

Laporan : Ifan Saluki
Editor : YR

GORONTALO [kabarpublik.id] – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) mengadakan kegiatan penguatan lembaga layanan berperspektif gender dan pemenuhan hak anak di Hotel El-Madinah, Kota Gorontalo, pada Jumat (23/8/2024).

Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengatasi tingginya angka perceraian di Provinsi Gorontalo, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2023 mencapai 2.062 kasus, dengan mayoritas kasus disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran terus-menerus.

Acara ini dibuka oleh Plt. Asisten III Bidang Administrasi Umum Yosef P. Koton, yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo.

Dalam sambutannya, Yosef menyampaikan bahwa masalah perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan anak-anak, baik secara material maupun mental.

Ia menekankan pentingnya peran kepala keluarga, terutama kepala keluarga perempuan yang kerap menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah ekonomi, sosial, dan pengasuhan anak.

“Permasalahan keluarga sangat erat kaitannya dengan peran kepala keluarga, baik yang diemban oleh laki-laki maupun perempuan. Terutama bagi kepala keluarga perempuan yang kurang berpendidikan, mereka rentan terhadap berbagai permasalahan yang berpotensi mengganggu kesejahteraan keluarga,” ujar Yosef.

Yosef juga menekankan pentingnya pemenuhan lima pilar utama dalam ketahanan dan kesejahteraan keluarga, yaitu legalitas dan kesetaraan gender, ketahanan ekonomi, ketahanan psikologi, serta ketahanan sosial budaya.

Menurutnya, pemenuhan kelima indikator ini sangat penting untuk mewujudkan peningkatan kualitas hidup keluarga di Provinsi Gorontalo.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak dalam mendukung pembangunan ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing. Dinas P2PA sebagai koordinator perlindungan perempuan dan anak diharapkan dapat meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutup Yosef.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), yang juga bertindak sebagai narasumber.

Hadir pula Kepala Dinas P2PA Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman, perwakilan Dinas PPPA kabupaten/kota serta sejumlah tamu undangan lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.