JAKARTA (Kabarpublik.id) – Ribuan jamaah lintas agama menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Sabtu, sebagai agenda pertama rangkaian acara Bulan Kemerdekaan.
Meskipun peserta zikir dan doa didominasi oleh masyarakat muslim, terdapat juga umat agama lain seperti hindu, budha, kristen, katolik, dan khonghucu.
Salah satu umat hindu yang datang dari Cijantung, Wayan Kembarayana, berharap acara Zikir dan Doa Kebangsaan ini kian mempererat keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk, baik dari suku dan agama.
“Harapannya semoga Indonesia terus damai, dalam situasi kondisi yang sekarang ini,” kata Wayan.
Dia juga tidak keberatan dengan acara yang lebih banyak diisi dengan berbagai kegiatan dari agama Islam seperti pembacaan Al Quran dan sholawat.
“Saya lama di Bali, kondisi seperti ini sudah terbiasa, toleransi dan saling menghormati,” kata Wayan yang datang bersama rombongan 50 orang dari komunitas umat hindu.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dimulai dengan paduan suara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agam, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Al Quran, sholat maghrib berjamaah, serta sholawat dari Hadrah Ahbabul Musthofa.
Selanjutnya, acara akan dilanjut dengan sholawat kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Puncak acara akan dilakukan doa bersama dari perwakilan tokoh agama. (ant)






