Breaking News
Live Update Berita Terkini

DIANGGAP TIDAK TRANSPARANS DD , ALIANSI MASYARAKAT POPILO DEMO PEMDES

Kamis, 28 Mei 2020
Editor:
Dengarkan dgn suara Siap
34.8K pembaca

Laporan : Ahmad R Idin (JMSI), Editor : Mahmud Marhaba

HALUT [KP] – Aliansi Masyarat Desa Popilo kecamatan Tobelo Utara Kabupaten Halmahera Utara menggelar aksi di depan kantor Desa Popilo menuntut Pemerintah Desa Popilo melakukan Transparansi Dana Desa karena dianggap selama ini Pemerintah Desa Popilo tidak transparan.  

Aksi yang diselenggaran oleh Aliansi Masyarakat Desa Popilo, menitik beratkan pada prosesi penggunaan Dana Desa yang dianggap pemerintah Desa Popilo tidak melakukan transparansi anggaran dibeberapa program, dan juga kinerja Badan Permusyaratan Desa (BPD) dinilai tidak menjalankan fungsi kontrol atas seluruh kebijakan pemerintah Desa Popilo serta soal aspirasi masyarakat Desa.

Koordinator Lapangan (Korlap), Ajustal Hi Abang, kepada awak media mengaku bahwa aksi Demonstrasi ini dimediasi oleh Mahasiswa dan Pemuda Popilo merasa kecewa atas tindakan Pemerintah Desa Popilo Tersebut.

“Tata kelolha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kami anggap sangat bermasalah dalam penganggarannya, yakni anggaran BUMDes yang dipajang di APBDes sebesar Rp.80.000.000 sekian akan tetapi realisasinya Rp.60.000.00 dan anehnya ditarik oleh PEMDES sebesar Rp. 20.000.000 dengan alasan melanjutkan pembangunan Pagar. Selain BUMDes Pembangunan Lapang Bola Kaki, dan anggaran Covid-19 juga bagi kami ada keganjalan,” tegas Ajustal.

Disisi yang lain Pemdes Desa Popilo melalui Kepala Desa Popilo, Anwar Djana, pada saat hearing terbuka  yang dilakukan di depan Kantor Desa Popilo menjelaskan dugaan-dugaan tersebut.

“Anggaran BUMDes saat Musrembang Rp.80.000.000 sehingga dia muncul di APBDes awal akan tetapi kemudian terjadi APBDes perubahan sehingga menjadi Rp.60.000.000 jadi anggaran BUMDes tahun 2018 sebesar 60 juta bukan 80 juta dan Rp. 20.000.000 itu merupakan Pinjaman Pemdes ke BUMDes sebagai mana tercatat di kuitansi,” ujar Kades Popilo.

Walaupun demikian, Pemdes Popilo tetap mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Mahasiswa dan Pemuda Desa Popilo sebagai bentuk tanda kepedulian atas Desa Popilo.

“Saya berharap masyarakat yang lain tidak merasa terganggu atas tindakan hari ini dari ade-ade mahasiswa karena ini hal biasa dalam berdemokrasi, saya juga sedikitpun tidak merasa terganggu,” Harap Kades Popilo, Anwar Djana

Sementara aliansi masyarakat Desa Popilo merasa tak puas dengan penjelasan Pemdes Popilo karena tidak menunjukan data-data yang valid soal proses penggunaan Dana Desa karena merasa ganjil atas penjelasan-penjelasan dan fakta dilapangan.

“Persoalan ini masih akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur yang ada,” tutup korlap, Ajustal.#[KP].

No More Posts Available.

No more pages to load.