News Update
Live Update Berita Terkini

Deklarasi Damai Poopo–Upai Digelar, Wali Kota Weny Gaib dan Bupati Yusra Ajak Warga Jaga Persaudaraan

Rabu, 30 Sep 2026
Editor: Eky
Penulis: Syilvia
Dengarkan dgn suara Siap
1.4K pembaca

BOLMONG (kabarpublik.id) – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama Pemerintah Kota Kotamobagu memperkuat upaya perdamaian antara masyarakat Desa Poopo dan Kelurahan Upai melalui Deklarasi Damai yang digelar di Aula Desa Poopo Selatan, Rabu (30/9/26).

Deklarasi tersebut dihadiri langsung Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., dan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan kedua wilayah.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengakhiri pertikaian, memulihkan hubungan sosial, sekaligus membangun kembali suasana aman dan damai di tengah masyarakat Poopo dan Upai.

Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa deklarasi tersebut merupakan bagian dari proses yang ditempuh kedua pemerintah daerah untuk membangun kesepakatan perdamaian.

Ia berharap peristiwa yang telah terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar konflik serupa tidak kembali terulang.

“Harapan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, Pemerintah Kota Kotamobagu, Forkopimda, serta seluruh pihak adalah agar apa yang telah terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Harapan kami sebagai pemerintah tentu sama dengan harapan masyarakat, agar kita semua dapat terus hidup berdampingan secara damai,” ujar Yusra.

Yusra juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pertikaian untuk saling memaafkan dan menjaga komitmen perdamaian yang telah disepakati.

“Saya berharap ini menjadi kejadian yang terakhir. Kepada semua pihak yang bertikai, saya mengajak untuk saling memaafkan dan mengingatkan agar kejadian ini tidak pernah terulang kembali. Mari berdamai dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., mengingatkan bahwa masyarakat Poopo dan Upai memiliki hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak dahulu.

Menurut Weny, persaudaraan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat agar masyarakat kedua wilayah dapat kembali hidup rukun dan saling menghargai.

“Dua wilayah ini dari dahulu adalah bersaudara. Saya sendiri memiliki banyak saudara di Poopo. Karena itu, kita semua adalah saudara, dan persaudaraan ini harus terus kita jaga bersama,” ungkap Weny.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Saya sangat berharap agar tidak ada lagi pertikaian. Mari kita bersama-sama memperkuat persaudaraan, saling menghargai, serta menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan. Perdamaian yang telah kita bangun hari ini harus kita jaga dan pelihara bersama,” ujarnya.

Dukungan terhadap upaya perdamaian juga disampaikan Dandim 1303 Bolaang Mongondow, Letkol Inf. Manashe Lomo, S.H., M.I.P. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan situasi kondusif setelah deklarasi dilaksanakan.

Menurutnya, hubungan sosial yang telah lama terjalin antara masyarakat Poopo dan Upai menjadi modal penting untuk membangun kembali kebersamaan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan situasi damai setelah deklarasi ini. Tidak ada pihak yang menginginkan konflik kembali terjadi. Apalagi, masyarakat Poopo dan Upai telah memiliki hubungan sosial yang terjalin sejak lama. Kita semua menginginkan suasana yang aman dan damai, serta tidak ingin konflik kembali terjadi,” kata Manashe.

Di sisi lain, Wakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P., mengimbau masyarakat agar menghormati proses hukum terhadap setiap peristiwa yang telah terjadi.

Ia menyampaikan bahwa aparat telah berupaya menginisiasi penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat juga diminta tidak melakukan provokasi, termasuk melalui media sosial, yang berpotensi memperkeruh situasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghormati proses hukum terhadap setiap peristiwa yang telah terjadi. Kami juga mengajak seluruh warga agar tidak melakukan provokasi, termasuk melalui media sosial, sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” jelas Romel.

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan masyarakat Desa Poopo dan Kelurahan Upai membacakan Deklarasi dan Komitmen Bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk mengakhiri pertikaian.

Komitmen itu mencakup kesediaan untuk berdamai, menghentikan pertikaian, menghormati proses hukum, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun kehidupan yang rukun sebagai saudara.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi landasan bagi kedua masyarakat untuk menghindari konflik susulan sekaligus memulihkan hubungan sosial yang sempat terganggu.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H.; Dandim 1303 Bolaang Mongondow, Letkol Inf. Manashe Lomo, S.H., M.I.P.; Wakapolres Kotamobagu, Kompol Romel Pontoh, S.I.P., M.A.P.; serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan Pengadilan Negeri Kotamobagu.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan Pemerintah Kota Kotamobagu, staf khusus wali kota dan bupati, Camat Passi Timur Serlinda Serdy Lengkong, S.P., Camat Kotamobagu Utara Kusnadi Pobela, S.Pd., S.E., M.Pd., jajaran Pemerintah Desa Poopo dan Kelurahan Upai, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga dari kedua wilayah.

Melalui deklarasi ini, kedua pemerintah daerah bersama Forkopimda berharap komitmen perdamaian dapat dijalankan secara konsisten, sehingga masyarakat Poopo dan Upai kembali hidup rukun, menjaga persaudaraan, dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian.

No More Posts Available.

No more pages to load.