News Update
Live Update Berita Terkini

Tim SAR Temukan Dua Nelayan Tewas di Laut Tasikmalaya

Minggu, 4 Okt 2026
Editor: Jamalul Insan
Petugas SAR gabungan mengevakuasi nelayan yang tewas akibat kapal terbalik di perairan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026). (ANTARA/HO-Basarnas Bandung)
Dengarkan dgn suara Siap
1.5K pembaca
TASIKMALAYA  (Kabarpublik.id) – Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menemukan dua nelayan dalam kondisi tewas yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kapalnya terbalik saat melaut di Perairan Pamoekan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana membenarkan dua nelayan yakni Ending (58), dan Weli (48) telah berhasil dievakuasi untuk selanjutnya operasi pencarian ditutup.

“Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup,” kata Ade Dian.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026

Keterangan foto: Poster peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober.

Ia menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya insiden kapal nelayan terbalik di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (29/9) malam.

Tim SAR gabungan, kata dia, kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri pantai dan juga ke tengah lautan menggunakan perahu untuk mencari keberadaan nelayan tersebut.

Pencarian hari ketiga, kata dia, berhasil menemukan Weli dalam kondisi meninggal dunia di lokasi sekitar 500 meter dari titik awal kejadian di Perairan Pamoekan, Jumat (2/10) sekitar pukul 21.45 WIB.

Pencarian selanjutnya berhasil menemukan korban satu lagi Ending (58) dalam kondisi meninggal dunia di lokasi sekitar 18 km dari tempat kejadian di Perairan Tasikmalaya, Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB, dan berhasil dievakuasi pukul 17.40 WIB.

“Korban berhasil teridentifikasi atas nama Ending (58) laki-laki, nelayan, yang merupakan salah satu korban dalam pencarian. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” katanya.

Sebelumnya, tiga orang menjadi korban kapal terbalik, dari insiden itu satu orang berhasil menyelamatkan diri, dan dua orang hilang sampai akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Proses pencarian dibagi dua tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk SRU 1 melaksanakan penyisiran pantai dari lokasi kapal terbalik ke arah timur dan barat sejauh 4 kilometer, sedangkan SRU 2 melaksanakan pencarian di laut menggunakan perahu nelayan.

Operasi SAR gabungan melibatkan unsur Basarnas Kantor SAR Bandung, TNI, Polri, BPBD, Tagana, PMI, perangkat desa, nelayan setempat, keluarga korban, serta unsur SAR gabungan lainnya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.