Breaking News
Live Update Berita Terkini

Detara Foundation Dorong Generasi Muda Terlibat Aksi Nyata Hadapi Krisis Iklim

Rabu, 27 Mei 2026
Editor: Eky
Detara Foundation bersama Global Exploration dan Wilde Ganzen mengajak pelajar terlibat langsung dalam aksi perubahan iklim melalui program pendidikan berbasis pengalaman di Festival Raksha Loka 2026. (Sumber Foto: Yusdiansyah)
Dengarkan dgn suara Siap
3.5K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Detara Foundation bersama Global Exploration dan Wilde Ganzen meluncurkan program School-Led Climate Action for Resilience and Innovation untuk mendorong generasi muda terlibat langsung dalam aksi menghadapi krisis iklim.

Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan “Jelajahi Bentang Alam: Aksi Nyata Generasi Muda Atasi Perubahan Iklim” dalam rangkaian Festival Raksha Loka 2026 di M Bloc Space, Sabtu (23/5).

Sebanyak 64 pelajar tingkat SMP, SMA, SMK, dan MA dari 14 sekolah di Bogor, Jakarta, dan Tangerang mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan GEF Small Grants Programme Indonesia itu menghadirkan praktik pelestarian lingkungan dari empat bentang alam prioritas di Indonesia, yakni DAS Bodri di Jawa Tengah, DAS Balantieng di Sulawesi Selatan, kawasan Suaka Margasatwa Nantu dan Tahura BJ Habibie di Gorontalo, serta Pulau Sabu Raijua di Nusa Tenggara Timur.

Melalui metode experiential learning, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdialog langsung dengan komunitas lokal, mengunjungi booth tematik, serta mempelajari praktik konservasi lingkungan dan energi terbarukan.

Berbagai isu yang dibahas meliputi konservasi air, ketahanan daerah aliran sungai, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, pangan berkelanjutan, keanekaragaman hayati, hingga energi terbarukan.

Direktur Detara Foundation, Latipah Hendarti, menegaskan pendidikan perubahan iklim perlu dibangun melalui pengalaman langsung agar lebih mudah dipahami generasi muda.

“Anak muda membutuhkan ruang belajar yang kontekstual dan dekat dengan realitas. Mereka harus memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya teori, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Latipah, Senin (25/5).

Salah satu inovasi yang menarik perhatian peserta adalah pembangkit listrik sederhana dari sepeda bekas yang dilengkapi generator dinamo untuk mengisi daya telepon genggam. Inovasi tersebut menunjukkan pemanfaatan teknologi sederhana sebagai solusi energi terbarukan.

Adit, siswa SMA Al Ghazali Kota Bogor, mengaku mendapatkan pengalaman baru terkait aksi lingkungan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya jadi sadar bahwa menjaga sungai, mengurangi sampah, dan menanam pohon adalah langkah sederhana yang bisa berdampak besar bagi lingkungan,” katanya.

Selain pembelajaran berbasis aksi, program ini juga menerapkan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dengan memastikan keterlibatan perempuan minimal 40 persen serta membuka ruang partisipasi bagi peserta berkebutuhan khusus.

Sebagai tindak lanjut, para peserta membuat video kampanye tentang solusi iklim di sekolah dan membagikannya melalui media sosial menggunakan tagar #GenerasiPenjagaLoka dan #JelajahBentangAksi.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan “Ikrar Generasi Penjaga Loka” sebagai simbol komitmen generasi muda dalam menjaga lingkungan dan menghadapi krisis iklim melalui aksi nyata.

No More Posts Available.

No more pages to load.