BONE BOLANGO (kabarpublik.id) – Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 tidak boleh dimaknai sebagai formalitas semata. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Jumat (30/1/26).
Dalam arahannya, Ismet Mile menekankan bahwa dokumen perjanjian kinerja merupakan bentuk komitmen moral dan tanggung jawab kepada masyarakat, bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ia menyebut seluruh aparatur, mulai dari Bupati hingga staf terbawah, memiliki derajat tanggung jawab yang sama dalam pembangunan daerah.
“Kita semua sama, hanya berbeda ruang, fungsi, dan peran. Ending-nya hanya dua, stabilitas daerah dan kesejahteraan masyarakat. Ini tidak ada pilihan dan tidak ada bantahan selama kita berkomitmen sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” tegas Ismet di hadapan para Asisten, Staf Ahli Bupati, Pimpinan OPD, Camat, serta para Kepala Bagian.
Ismet Mile secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu memprioritaskan perjanjian kinerja dalam bentuk dokumen apabila tidak dibarengi dengan bukti kerja nyata di lapangan. Menurutnya, seluruh fasilitas negara, mulai dari APBD hingga sistem birokrasi, telah tersedia sehingga tidak ada alasan bagi pejabat untuk tidak bekerja secara maksimal.
“Sebetulnya surat perjanjian kinerja ini tidak terlalu saya butuh-butuhkan kalau hanya dalam kertas. Yang saya butuhkan adalah fakta, kerja nyata kita semua dalam membangun daerah ini,” ujarnya lugas.
Untuk memastikan kinerja berjalan sesuai dengan target, Bupati Ismet Mile menginstruksikan evaluasi kinerja secara berkala setiap tiga bulan. Ia memberikan kewenangan penuh kepada Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, untuk melakukan penilaian secara objektif terhadap seluruh pejabat.
Ia pun mengingatkan agar para pejabat tidak bekerja karena takut pada sanksi, melainkan berlomba-lomba meningkatkan kinerja demi meraih penghargaan.
“Yang menilai itu Pak Sekda, bukan saya. Saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Sekda. Saya harap kinerja Anda tidak berada di tingkat punishment, tapi harus masuk di reward,” pungkasnya.





