JAKARTA (Kabarpublik.id) – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar talkshow dengan tema “Akses Rumah Pertama bagi Pekerja Muda”. Talkshow ini merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pekan ini.
Sebagai pembicara antara lain, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Al-Azhar Indonesia Hanny Nurlatifah.
Menurut Sid Herdi Kusuma, sejumlah tantangan yang dihadapi pekerja muda dalam memiliki rumah pertama, mulai dari kenaikan harga properti, tingginya suku bunga, hingga besarnya uang muka atau down payment (DP).
“Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, BP Tapera menghadirkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Ini adalah program yang bisa menjawab tantangan yang ada saat ini, terutama bagi pekerja muda,” ujar Sid.
Dukungan terhadap kepemilikan rumah bagi pekerja muda juga disampaikan oleh Mochamad Yut Penta. Ia menjelaskan bahwa Bank BSN mendukung penyaluran rumah subsidi melalui skema pembiayaan dengan angsuran tetap. Skema ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada pekerja muda dalam merencanakan keuangan untuk memiliki rumah pertama.
“Kepastian angsuran menjadi salah satu keunggulan kami dalam pembiayaan rumah subsidi selain tentunya kemudahan lain seperti DP ringan maupun berbagai subsidi yang disediakan untuk program ini,” katanya.
Sementara itu, Hanny Nurlatifah menekankan pentingnya perencanaan keuangan bagi pekerja muda dalam mempersiapkan kepemilikan rumah pertama. Menurutnya, perencanaan keuangan yang baik, disertai pemanfaatan fasilitas pembiayaan seperti KPR FLPP, dapat membantu pekerja muda mewujudkan impian memiliki rumah. (Y.Iskandar)







