Breaking News
Live Update Berita Terkini

BMKG Peringatkan Gelombang Laut Hingga 2,5 Meter di Perairan NTT

Senin, 18 Mei 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Ilustrasi - Kondisi di perairan pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Dengarkan dgn suara Siap
16.8K pembaca

KUPANG (kabarpublik.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada 18-21 Mei 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga, mengatakan tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

“Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah NTT pada 18-21 Mei 2026,” ujar Yandri di Kupang, Senin.

BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, dan Selat Ombai.

Selain itu, potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Sumba, perairan utara dan selatan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, serta kawasan perairan Taman Nasional Komodo.

BMKG menjelaskan pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan berkisar 6 hingga 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, wilayah Sabu-Raijua, perairan utara Timor, hingga perairan selatan Timor-Rote.

Kondisi angin kencang tersebut dinilai berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan NTT. Karena itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Senin (18/5) hingga Kamis (21/5).

BMKG mengimbau nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter.

Sementara itu, operator kapal tongkang diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,5 meter.

BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir agar terus memantau informasi cuaca terbaru guna mengantisipasi risiko gelombang tinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.