Breaking News
Live Update Berita Terkini

BMKG Catat 224 Gempa Susulan Pascagempa M 7,7 di Mindanao Filipina

Kamis, 11 Jun 2026
Editor: Eky
Penulis: @ANT
Peta sebaran gempa susulan usai gempa pada hari Senin, 08 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, dengan magnitudo M7,7 pada kedalaman 47 kilometer. ANTARA/HO-BMKG
Dengarkan dgn suara Siap
4K pembaca

MANADO (kabarpublik.id) – Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 224 gempa susulan setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026).

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, mengatakan dari ratusan gempa susulan tersebut, dua di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

“Hingga saat ini telah tercatat 224 gempa susulan, dengan dua di antaranya dirasakan masyarakat,” kata Muhammad Zulkifli di Manado, Kamis (11/6).

Berdasarkan data BMKG, hingga pukul 23.45.48 WIB pada 8 Juni 2026 tercatat 123 gempa susulan. Kemudian pada 9 Juni 2026, jumlah gempa susulan yang terekam mencapai 82 kali.

Sementara itu, hingga pukul 11.48.17 WIB pada 10 Juni 2026, BMKG kembali mencatat 19 gempa susulan, sehingga total keseluruhan mencapai 224 kejadian.

Muhammad Zulkifli menjelaskan, gempa susulan terbesar memiliki magnitudo 6,7, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 2,8.

Dari total gempa susulan yang terjadi, sebanyak 23 gempa memiliki magnitudo lebih besar atau sama dengan 5,0. Namun, hanya dua gempa yang dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Gempa utama terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut berkekuatan M 7,7 dengan kedalaman 47 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Guncangan gempa tidak hanya dirasakan di wilayah sekitar episenter, tetapi juga berdampak pada sejumlah daerah di Indonesia. BMKG melaporkan gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum di Kabupaten Kepulauan Sangihe serta Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh lembaga terkait.

No More Posts Available.

No more pages to load.