News Update
Live Update Berita Terkini

Benih Unggul Tebu Diperbanyak, Pemerintah Perluas Lahan hingga 99 Ribu Hektare

Rabu, 11 Mar 2026
Editor: Eky
Ilustrasi perkebunan tebu yang menjadi bagian dari program penguatan tebu rakyat untuk meningkatkan produksi gula nasional. (Sumber: pertanian.go.id)
Dengarkan dgn suara Siap
21.1K pembaca

JAKARTA (kabarpublik.id) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat. Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran sekitar 5,9 miliar mata benih tebu untuk pengembangan lahan tanam seluas 99.547 hektare.

Program tersebut akan dilaksanakan di 10 provinsi dan 74 kabupaten di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat areal tebu sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan tebu rakyat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan komoditas tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong tercapainya swasembada gula nasional.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir agar sistem produksi gula nasional semakin kuat dan memberikan keuntungan bagi para pekebun.

“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Selain memperluas areal tanam, pemerintah juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026. Target tersebut diharapkan tercapai melalui optimalisasi lahan tebu nasional serta peningkatan produktivitas perkebunan rakyat.

Upaya percepatan swasembada gula sebenarnya telah dimulai sejak 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan telah menyalurkan 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani.

Jumlah tersebut setara dengan pengembangan lahan tanam sekitar 32.096 hektare, dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare. Program tersebut dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.

“Benih merupakan fondasi utama dalam budidaya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun mendapatkan akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni.

Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses penyaluran bantuan benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

Dengan penguatan benih unggul serta perluasan areal tanam tebu rakyat, pemerintah optimistis produksi gula nasional akan terus meningkat. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gula.

No More Posts Available.

No more pages to load.